Avenue Toilet
Malam minggu kemarin saya berkesempatan mengunjungi Avenue, restoran pizza yang cukup baru di Jogja (you can see the review di blog Tika). Kebetulan waktu itu saya sedang sendiri dan temen yang baru off dari kerjaannya di Halliburton ngajak keluar (baca: ditraktir), saya senang-senang saja, Dan seperti biasa, semenjak gw punya kebiasaan baru blogging soal toilet, maka sebelum pulang saya mampir sebentar di toiletnya.
Toiletnya terletak di bagian selatan restoran, ditandai dengan mural yang menunjukkan “di sini ini lho toilet” … Ketika masuk, ruangan yang disediakan untuk toilet sangat kecil, kira-kira hanya cukup menampung 3 orang saja, tentu saja dengan kepentingan berbeda. Di bagian ujung toilet disediakan satu buah urinoir (itu kata Ajenx, dan tentunya diucapkan dengan lafal prancis “uyinoach” … entah bener ato gak, she’s the arch-girl), berjejer dengannya satu buah wastafel, dan di dekatnya ada satu buah bilik dengan satu buah kloset duduk.

Satu buah urinoir berdiri tegak di ujung ruangan ditemani dengan pohon kecil. Mungkin bagi sebagian orang akan terlihat indah, tapi untuk saya sendiri merasa seolah-olah ketika sedang berdiri di situ ada sesuatu yang memperhatikan saya di belakang. Kemudian saya mencoba wastafelnya … cukup manis dengan sebuah tisu di pinggirnya.

Ada dua hal yang membuat saya agak heran, yaitu kenapa pihak manajemen menyediakan dua buah sabun di atas wastafel. Kalau anda perhatikan, di bagian atas keran terdapat tabung sabun standar yang bisa ditekan bagian bawahnya, kemudian di bagian kanan atas terdapat juga kotak sabun keluaran produsen sabun terkenal. Mungkin untuk orang bule musti make sabun keluaran Initial dan orang indonesia cukup make DeeDee ato sabun Harum aja kali yah. Satu lagi adalah sebuah colokan listrik di samping urinoir … ada gitu gunanya??

Melongok ke dalam bilik kloset, well … bisa dibilang sangat sempit. Untuk orang yang berukuran 175cm keatas sepertinya cukup kesusahan menggunakan kloset karena akan tertahan di pintu, kecuali kalo nggak nutup pintu hehehe … Sisanya biasa saja …
Humm, satu lagi yang saya sukai dari toilet ini yaitu penerangannya. Sinar lampu yang disediakan tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.
Well … demikian sekilas review mengenai toilet Avenue Pizza … sekali-kali mampir saja ke restoran ini, pizzanya enak dan toiletnya mengasyikkan (hayah apa coba hubungannya) …



