Diam!!!

Sang Tokoh terbaring di peristirahatannya, ketika bayangan sosok-sosok sempurna berputar-putar di dalam pikirannya. Sosok-sosok yang mampu merangkai kata-kata indah, meramu ilmu-ilmu yang dimiliki, menjadi sesuatu yang mampu membuat orang-orang terperangah, sesuatu yang mampu menggali decak kagum yang terkubur di dasar lidah setiap orang, membakar semangat, sekaligus membawa canda …

“Sungguh sosok-sosok yang sempurna!”, demikian pikir sang Tokoh. Sedikit demi sedikit bayangan itu membentuk tabir iri, menggugah perasaan ingin membenci dunia karena tidak mengijinkan dirinya sejengkal saja menyerupai mereka. “Dahulu, ya dahulu aku juga seperti mereka, atau setidaknya akan menjadi seperti mereka”, pikirnya. Teringat masa-masa ketika sang Tokoh merasa menjadi salah satu kandidat sosok sempurna, dan tiap-tiap orang mengatakan betapa berbakatnya dirinya. “Tetapi kenapa sekarang aku tidak seperti itu? Aku dikeluarkan dari gerombolan kesempurnaan!!!”. Semakin rasa iri itu bertumbuh menjadi tunas kebencian akan dunia yang dengan kejam mengeliminasinya …

Namun sebuah sentilan dari suara halus mengatakan, “Kau terlena dengan kenyamananmu, cobalah lari dari kenyamanan!”. Dipandangnya masa-masa yang telah dilewati, dan memang benar, begitu banyak masa dibuang percuma atas nama kenyamanan. Sang Tokoh hendak mulai bangkit, hendak mulai menata ulang pikirannya ketika dilihatnya suara halus itu bergerak menjauhi dirinya dan menuju kerumunan sosok sempurna. Sungguh ironi ketika sang Tokoh membutuhkan sesosok teman, yang diharapkannya akan membantu, ternyata tidak semudah itu mendapatkannya. Sang suara ternyata lebih memilih menemani salah satu dari sosok sempurna …

“Apa maumu, wahai suara? Kenapa engkau menghiburku dan kemudian menjatuhkanku?”, demikian pikirnya. “Memang semua orang lebih menyukai sosok-sosok sempurna”, “Tapi aku ingin menjadi salah satu sosok sempurna”, “Atau haruskah aku menjadi seorang tokoh kontra-sempurna, yang ingin menunjukkan bahwa sosok-sosok itu tidaklah sesempurna adanya?”, “Apa gunanya untukku menjadi sosok sempurna?”, “Apa gunanya untukku menjadi sosok kontra-sempurna?”, “Apa gunanya hidup ini????”, pikiran-pikiran saling berperang dalam otak Sang Tokoh. Sang Tokoh berpikir untuk kembali menumbuhkan tunas kebencian, ketika hati akhirnya menegurnya, “Itu hanya masalah pilihan. Mana yang kau pilih, itulah yang akan membuat dirimu bertumbuh. Dunia tidak bersalah, sang suara juga tidak bersalah, dirimulah yang harus dipertanyakan” …

“BAIK!!! JADI SEKARANG AKU YANG HARUS DISALAHKAN????”, teriak Sang Tokoh pada hati. “Ya”, dan jawaban itu cukup untuk membuat sang tokoh terdiam. Sungguh bukan jawaban yang diharapkan, ketika sang Tokoh mengharapkan kalimat-kalimat panjang penenang, penuh ungkapan-ungkapan pemanis, hati justru memberinya jawaban yang pahit.

Dan kini, sang Tokoh berdiri limbung dengan satu mata terpejam … melihat kenyataan dan menakar kenyataan … menumbuhkan rasa dan mematikan rasa … dan biarlah sang Tokoh diam sejenak, menentukan pilihannya …

Posted: April 19, 2008 Comments (4)

Berdoa kok untuk kehancuran

Rencananya saya sudah mau tidur, ketika iseng-iseng membuka detik dan kaget aja ketika membaca kabar ini.

Ya, memang saya tidak mengerti mengenai ajarannya, saya juga tidak begitu mengerti mengenai latar belakang masalah di partai tersebut, jadi maafkan jika ketidak mengertian dan kekagetan saya ini salah … Saya cuman kaget ketika karena sebuah masalah politik dan kedudukan, dan mungkin saja masalah harga diri (seperti yang belakangan juga digembar-gemborkan oleh seorang artis yang dicekal di Tangerang), kemudian kita bisa mendoakan agar seseorang lain (baca: musuh) dihancurkan, dan bahkan sekalian dengan combo-pamungkas “agar orang-orang yang memusuhi dilenyapkan”. Dilenyapkan seperti apa? Mati gitu? Atau yah kalau saya mau berpikir positif, ini “dilenyapkan” dalam artian “menjadi berbaikan dan tidak bermusuhan lagi” … Nah, tapi kalau memang pengertian “dilenyapkan” dan “dihancurkan” adalah yang pertama, ini kok jadi seperti praktik dukun santet sajah. Nggak suka, lalu langsung dihancurkan. Nah, apalagi kalau baca di dalam berita itu yang-didoakan-supaya-hancur baru dituding berhubungan dengan kasus ini. Well, bisa saya katakan bahwa ada yang mencoba menghakimi seseorang di depan Sang Pencipta??

Saya mencoba berdiri di posisi netral, dimana kalau nanti ada bantahan bahwa “hey, saya tahu dengan benar bahwa salah satu sisi adalah yang pihak benar dan menjadi korban, jadi wajar kalau dong kalau mendoakan sisi lain untuk hancur”, maka saya cukup waras untuk berkata bahwa saya tidak perduli dengan itu. Yang mengetahui kebenaran sebenarnya hanyalah aktor-aktor dari kejadian plus Sang Pencipta yang memandang dari balik tingkap langit. Anda dan saya hanyalah pendengar berita, pembaca situasi, dan pengambil kesimpulan dari apa yang terjadi pada mereka (mereka di sini berbeda dengan “mereka” versi Roy Suryo lho ya). So, cukuplah berdoa meminta agar sisi yang merasa (atau memberikan efek rasa) benar diberikan kebesaran hati dari Sang Pencipta, tidak perlu sampai mendoakan sisi lain yang dirasa (atau diberikan efek rasa) salah supaya hancur. Urusan balas membalas biar saja Sang Pencipta yang akan membalasnya di waktu-Nya … For the mean time, sabar ya sabar …

Jadi teringat dengan film “Get Married”, ada petikan dialog yang kira-kira seperti ini (adegan ketika Rendy menanyakan kenapa anak-anak kompleksnya mau bantuin balas dendam sama anak kampung Mae) … “gue gak perduli siapa yang salah, yang gue tahu loe temen gue, jadi gue dukung loe” … heleh heleh, sebegini parahkah cara pandang bangsa kita? Mengingat begitu banyak massa yang kemudian mengamini doa tersebut … weleh weleh …

Udah ah, malah nulis panjang lebar … sebagai penutup, berikut ada doa minta jodoh yang sedikit banyak menyerupai doa meminta kehancuran orang lain (sumber: banyak sekali di internet)

Doa Minta Jodoh

Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, jodohkanlah…

Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah juga…

Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh…

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
selain aku…

Kalau dia tidak bisa di jodohkan
denganku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku…

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali…

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku….

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang
lain dulu dan
kemudian jodohkan kembali dia dengan ku .. ………

Posted: April 1, 2008 Comments (6)

Megang MacBook Air!!

Di kantor beberapa hari lalu Momon dan Tika berbicara soal MacBook Air, soal ada yang ketangkap di bandara lah gara-gara si tukang bandara gak ngeh itu MacBook Air, yang soal kalo bawa satu paket dengan DVD externalnya yang bakal jadi berat lah, yang soal keren banget lah, tipis banget lah … cem macem pokoke yang cihuy-cihuy … Kebawa deh jadi pengen lihat kaya apa sih bentuk sebenarnya. Beneran kaya bawa map folio gak sih …

Dan akhirnya saya hari ini bisa memegang benda yang bikin penasaran tersebut. Gambar diambil di stand eStore waktu pameran komputer di Jogja Expo Center …

DSC02051

Kesan saya?? Anjirrrrrrr … saya mau barang iniiiihhhhh!!!!! Tapi harganya gak nguatin jhe, 19 juta untuk satu unitnya. Gile bener dah … Terpaksa ditaruh di daftar “mimpi yang belum terwujud” dulu deh, bersama dengan Suzuki Swift GT sayah … ^^

Posted: March 14, 2008 Comments (6)

Kebodohan di malam minggu

Di depan Grha Sabha UGM, hari Sabtu (1 Maret 2008) pukul 19.0 WIB, di bawah pohon …

Me : [men-dial nomor bagonX] … tuuut … tuuut …
Bagonx : Halo, piye piye …
Me : Eh, nikahan mbak-mu itu hari ini atau minggu depan yah??
Bagonx : Minggu ngarep (depan - red), tanggal 8, lha piye jhe?
Me : Woo, kirain hari ini …
Bagonx : Hah, lha kowe wis dandan po kie?
Me : Hehe … iya, ini lagi di depan grha sabha. Pantesan kok sepi banget gedungnya …
Bagonx : [tertawa terbahak-bahak] Lha piye to, minggu ngarep kuwi ..
Me : [tertawa juga] Wakakakaakakak, yowis lah yowis … tiwas wis dandan … yoh, tengkyu yo bos …
Bagonx : Wokee ….

Glek … bodohnya diriku ini … udah dandan ala pak Lurah, pake batik dan sepatu resmi, ujan-ujanan pula dateng ke graha sabha. Harus lebih banyak minum Cerebrovit nih kayanya saya …

Disclaimer : dialog di atas mungkin tidak seperti keadaan sebenarnya, tetapi inti yang dibawakan tetap sama.

Posted: March 2, 2008 Comments (4)

Happy Happy … Joy Joy !!!

Wedew, Natal sudah lewat seminggu, tapi gak papa lah … selamat Natal ya semuanya yang ngerayain. Natal kali ini seperti biasa saya habiskan bersama ortu di Malang. Tidak terlalu hingar bingar, biasa saja … tapi memang sih perasaan dari tahun ke tahun rasa senang ketika Natal datang sepertinya makin pudar. Saya selalu terkenang masa-masa kecil saya ketika Natal tiba saya selalu bermain-main di gereja, ikutan dekorasi, ikutan drama, gangguin ibu-ibu yang mbungkus snack untuk perayaan, dan tentu saja teman-teman bermain saya. Kemudian semenjak saya pindah dari Lombok ke Jogja, saya mulai kehilangan kesan tersebut. Hingga kini sudah 11 tahun semenjak terakhir saya merasakan keceriaan itu, dan tetap saja saya belum merasakan keceriaan yang benar-benar mengena.

Kemarin saya sempat berpikir bahwa saya adalah tipe manusia yang susah melepaskan bayang-bayang masa lalu. Memang ada benarnya sih. Sering sekali ketika saya sendirian (yang mana belakangan sering sekali saya rasakan, meskipun di sekitar banyak sekali orang-orang), saya cenderung mengenang segala keceriaan dan kebahagiaan masa lalu, berlanjut dengan sejumlah kenangan yang menimbulkan penyesalan (yeah, something like … “harusnya waktu itu saya begini” … atau “seandainya itu tidak terjadi mungkin keadaan akan berubah”) … Mencoba berpikir, dan saya sadar bahwa masa kini adalah masa lalu untuk masa depan saya, so seharusnya mulai sekarang saya harus berpikir dan mempertimbangkan lebih baik langkah-langkah ke depan saya, sehingga saya tidak tersedot ke arah penyesalan yang sama ….

Well, new year has come … sekarang sudah satu jam lebihnya dari tahun 2008 (berdasarkan jam yang bertengger di dinding ruang makan rumah saya), dan satu jam lalu saya sedikit bersedih kenapa harus melewatkan malam tahun baru dengan rasa sepi (lagi). Semua udah tidur kecuali saya dan adik saya (yang tidak mau diajak keluar), mau keluar sendirian malas dan bingung juga mau ke mana. Yah memang sih, keluarga saya tidak memiliki tradisi menyambut tahun baru secara “WoW”, dan bisa dibilang masa-masa tahun baruan yang cukup menyenangkan hanya saya rasakan ketika kuliah dulu. Apa mau dikata, sepertinya untuk tahun baru 2009 besok (jika tidak keburu kiamat) saya harus merencanakan sesuatu yang lebih mantab …

Ah sudahlah … 2008 sudah tiba, semoga saya bisa menyimpan kenangan-kenangan dari tahun 1983 sampai dengan 2007 dalam sebuah album yang indah, dan tidak membiarkannya berserakan dan berterbangan di ruang otak saya … somehow itu harus dilakukan … semoga saya bisa menjadi lebih tegas dalam mengatur kehidupan saya … semoga saya bisa mandiri dan tidak bergantungan di pohon lagi … harus dink, bukan semoga … harus … !!!!!

bersiap-siap untuk tahun yang baru … resolusi yang baru … 1280 x 800 pixel (alias bermimpi punya notebook baru) kekeke … quoting dari sebuan kartun jaman dulu waktu masih kecil, dua makhluk aneh suka bilang … Happy Happy … Joy Joy … Yup, mari hepi hepi dan joi joi … joi joi … joi joi … joi joi … ijo ijo … ijo ijo …

Selamat tahun baru 2008!!!!!!!

me … take off … to bed … ZZZZzzzZZZzzzz

Posted: December 31, 2007 Comments (4)

Live from makassar

Heu heu, iseng-iseng lagi transit di makassar (yeah, akirnya menginjak sulawesi) saya coba online pake hp eh bisa juga, kenceng pula. Kesan pertama ini kota panas bgt euy. He3x sekian dulu dari saya … *kembali celingak-celinguk cari yang seger-seger* :D

Posted: December 7, 2007 Comments (4)

Saya ternyata ada tampang oriental

Dapet link myheritage.com dari temen di kampus, pertamanya sih nggak minat. Tapi kok lama-lama jadi penasaran, apalagi ada orang di samping saya yang bilang dari hasil pencocokan image di situs itu dia dinyatakan mirip Kyoko Fukada … well … penasaran juga jadinya … so I give it a try … dan setelah memilih-milih foto yang kayanya tampan, beginilah hasil kemiripan diriku …


Wakakakakak … keren banget nih algoritmanya, saya baru menyadari kalau saya 7 banding 1 memiliki muka oriental … apalagi saya dikatai mirip ama jagoan-jagoan di asia timur sana, ada si Takashi Sorimacho pulak (weew, jadi keinget Great Teacher Onizuka). Keekek, so buat yang sedang mencari jodoh yang mirip dengan Andi Lau, Leon Lai, Takashi Sorimachi, dan 5 orang lain di bawah ini …. here is me … mari mari mendaftar ke loket 5 dengan membawa uang pendaftaran sekadarnya …

PS: Kira-kira kalo Andi Lau menggunakan fasilitas ini muncul gak ya muka saya di daftar kemiripan wakakak …

Posted: November 21, 2007 Comments (4)

Apa sih excerpt ituh???

Siang ini, habis kuliah malah kejebak ujan di kampus. Buka sana sini, browse sana sini dah bosen, ujung-ujungnya buka halaman write blog sendiri. Eh ngeliat sesuatu yang nggak pernah saya perhatikan sebelumnya, yaitu form “excerpt”. Kira-kira kalau saya mengisi sesuatu di situ apa yang keluar yah …

Okay, saya sudahi saja tulisannya supaya tahu kaya gimana hasilnya …

Update:
Ternyata tidak ada efek apa-apa. So, siapa yang tahu apa nih kegunaannya??? haiyaaaa …. nanti boleh pinjem copian Tokyo Love Story dah kekekeke ^^

Posted: November 12, 2007 Comments (3)

Capeeeeee!!!!!

Cape sekali belakangan ini. Begitu banyak yang harus dilakukan … Kerjaan di kantor, kuliah, tugas, kerjaan kantor, kuliah tugas, kerjaan kantor, kuliah, tugas …..

…… hening sejenak …..

Humm, sepertinya cuman tiga biji itu yah? Tapi kok sepertinya menguras banyak sekali waktu yang ada yah? Sekarang susaaaaahhh sekali kalo pengen ngecek email dan membalasnya dengan segera seperti waktu dulu. Mana udah lama juga saya absen dari komunitas … jadi nggak enak rasanya …

Apakah cara saya mengelola waktu tidak benar?? A big question for me …

….. udah ah … nggak mood ngeblog hari ini …..

Posted: July 21, 2007 Comments (2)

MySQL “unauthenticated user”

Hhh … mau nulis di blog saya yang satunya tapi kok koneksi ke wordpress lemot amit hari ini. Yah, sementara ditulis di sini saja deh hehehe.

Beberapa hari yang lalu saya menerima laporan dari salah satu klien bahwa salah satu aplikasi tidak bisa diakses ketika jumlah user yang melakukan koneksi dengan aplikasi itu meningkat. Error yang muncul menunjukkan bahwa PHP tidak dapat melakukan koneksi pada server database, dengan kata lain “servernya KO mendadak”. Well, melihat bahwa spesifikasi server tersebut cukup aduhai, saya jadi bingung seketika … what the h*ll is happened here … and time is ticking while that user still waiting for an answer (and solution) …

Buka konsole, remote login ke sana dan saya coba restart mysql, sepertinya masalah selesai … tetapi beberapa saat kemudian muncul masalah yang sama. Saya check di list aktivitas mysql dan wallaa … saya menemukan beberapa user aneh yang terdaftar dalam antrian penggunaan server, kira-kira seperti ini bentuknya :

|**4*|*unauthenticated*user*|*x.x.x.x:x*|*NULL*|*Connect*|*NULL*|*login*|*NULL*|
|**5*|*unauthenticated*user*|*x.x.x.x:x*|*NULL*|*Connect*|*NULL*|*login*|*NULL*|
|**6*|*unauthenticated*user*|*x.x.x.x:x*|*NULL*|*Connect*|*NULL*|*login*|*NULL*|

Dan jumlah “unauthenticated user” ini terus menerus bertambah. Humm, ada yang aneh di sini pikir saya. Segera mengeluarkan jurus google dan menemukan jawaban dari halaman ini.

Dari halaman itu dikatakan bahwa ketika suatu koneksi dilakukan ke MySQL, maka akan dilakukan dua kali pengecekan koneksi yaitu reverse lookup dan forward lookup. Reverse lookup adalah pengecekan terhadap hostname dari klien yang mencoba melakukan koneksi. Nah pengecekan ini sangat bergantung pada DNS server yang alamatnya terletak di /etc/resolv.conf. Pada dasarnya tidak akan terjadi kesalahan di sini, kecuali DNS server yang diberikan salah atau tidak dapat dihubungi. Jika DNS server tidak dapat dihubungi, nah maka akan muncul “unauthenticated user” yang mengindikasikan bahwa sang “unauthenticated user” tersebut menunggu hasil pengecekan.

Nah, ternyata dari sinilah semua keanehan ini berasal. Selidik punya selidik, ternyata alamat DNS yang diberikan tidak valid. Wahahaha, segera saya ubah menjadi alamat DNS yang valid dan … walaa, hilang semua masalah. Tidak ada lagi unathenticated user yang bermasalah.

Humm sebagai tambahan, ternyata semua server yang ada di klien kami itu salah semua DNS-nya, dan segera setelah diberikan alamat yang benar, maka keluhan akses yang lambat seharusnya menjadi hilang (setidaknya itu dugaan saya, karena tidak ada laporan lagi ^^)

Okay, semoga posting kali ini menjadi posting yang berguna ^^

Posted: February 18, 2007 Comments (1)