Berdoa kok untuk kehancuran
Rencananya saya sudah mau tidur, ketika iseng-iseng membuka detik dan kaget aja ketika membaca kabar ini.
Ya, memang saya tidak mengerti mengenai ajarannya, saya juga tidak begitu mengerti mengenai latar belakang masalah di partai tersebut, jadi maafkan jika ketidak mengertian dan kekagetan saya ini salah … Saya cuman kaget ketika karena sebuah masalah politik dan kedudukan, dan mungkin saja masalah harga diri (seperti yang belakangan juga digembar-gemborkan oleh seorang artis yang dicekal di Tangerang), kemudian kita bisa mendoakan agar seseorang lain (baca: musuh) dihancurkan, dan bahkan sekalian dengan combo-pamungkas “agar orang-orang yang memusuhi dilenyapkan”. Dilenyapkan seperti apa? Mati gitu? Atau yah kalau saya mau berpikir positif, ini “dilenyapkan” dalam artian “menjadi berbaikan dan tidak bermusuhan lagi” … Nah, tapi kalau memang pengertian “dilenyapkan” dan “dihancurkan” adalah yang pertama, ini kok jadi seperti praktik dukun santet sajah. Nggak suka, lalu langsung dihancurkan. Nah, apalagi kalau baca di dalam berita itu yang-didoakan-supaya-hancur baru dituding berhubungan dengan kasus ini. Well, bisa saya katakan bahwa ada yang mencoba menghakimi seseorang di depan Sang Pencipta??
Saya mencoba berdiri di posisi netral, dimana kalau nanti ada bantahan bahwa “hey, saya tahu dengan benar bahwa salah satu sisi adalah yang pihak benar dan menjadi korban, jadi wajar kalau dong kalau mendoakan sisi lain untuk hancur”, maka saya cukup waras untuk berkata bahwa saya tidak perduli dengan itu. Yang mengetahui kebenaran sebenarnya hanyalah aktor-aktor dari kejadian plus Sang Pencipta yang memandang dari balik tingkap langit. Anda dan saya hanyalah pendengar berita, pembaca situasi, dan pengambil kesimpulan dari apa yang terjadi pada mereka (mereka di sini berbeda dengan “mereka” versi Roy Suryo lho ya). So, cukuplah berdoa meminta agar sisi yang merasa (atau memberikan efek rasa) benar diberikan kebesaran hati dari Sang Pencipta, tidak perlu sampai mendoakan sisi lain yang dirasa (atau diberikan efek rasa) salah supaya hancur. Urusan balas membalas biar saja Sang Pencipta yang akan membalasnya di waktu-Nya … For the mean time, sabar ya sabar …
Jadi teringat dengan film “Get Married”, ada petikan dialog yang kira-kira seperti ini (adegan ketika Rendy menanyakan kenapa anak-anak kompleksnya mau bantuin balas dendam sama anak kampung Mae) … “gue gak perduli siapa yang salah, yang gue tahu loe temen gue, jadi gue dukung loe” … heleh heleh, sebegini parahkah cara pandang bangsa kita? Mengingat begitu banyak massa yang kemudian mengamini doa tersebut … weleh weleh …
Udah ah, malah nulis panjang lebar … sebagai penutup, berikut ada doa minta jodoh yang sedikit banyak menyerupai doa meminta kehancuran orang lain (sumber: banyak sekali di internet)
Doa Minta Jodoh
Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, jodohkanlah…
Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah juga…Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh…Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
selain aku…Kalau dia tidak bisa di jodohkan
denganku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku…Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali…Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku….Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang
lain dulu dan
kemudian jodohkan kembali dia dengan ku .. ………

hihihi, jodoh yang diminta sapa om? bukan saya kan?;p
Comment by xin — April 14, 2008 @ 7:17 am
wah..do’a jodohnya boleh juga tuh…
tar praktekin ah…
Comment by gitra — April 17, 2008 @ 2:22 pm
Doa minta jodohnya maksa ke tuhan ya….
Comment by choirul — April 18, 2008 @ 6:10 am
berhasil ga sonx? kalo berhasil gw ikutan ah
Comment by maya — April 18, 2008 @ 6:31 am
Sonx, udah dapat berapa banyak jodoh:).
Kalo kelebihan aku minta satu ya:p.
Comment by Bio — July 22, 2008 @ 3:23 am
wah..kamu pasti berdoa jodoh untuk vivien ya.. udah tau aku.. ternyata ada revisi pepatah jawa “WITING TRESNO JALARAN SEKO MIGRASI WINDOWS KE LINUX DI HUGOS JOGJA”
Comment by dennio — August 7, 2008 @ 3:30 am