Happy Happy … Joy Joy !!!

Wedew, Natal sudah lewat seminggu, tapi gak papa lah … selamat Natal ya semuanya yang ngerayain. Natal kali ini seperti biasa saya habiskan bersama ortu di Malang. Tidak terlalu hingar bingar, biasa saja … tapi memang sih perasaan dari tahun ke tahun rasa senang ketika Natal datang sepertinya makin pudar. Saya selalu terkenang masa-masa kecil saya ketika Natal tiba saya selalu bermain-main di gereja, ikutan dekorasi, ikutan drama, gangguin ibu-ibu yang mbungkus snack untuk perayaan, dan tentu saja teman-teman bermain saya. Kemudian semenjak saya pindah dari Lombok ke Jogja, saya mulai kehilangan kesan tersebut. Hingga kini sudah 11 tahun semenjak terakhir saya merasakan keceriaan itu, dan tetap saja saya belum merasakan keceriaan yang benar-benar mengena.

Kemarin saya sempat berpikir bahwa saya adalah tipe manusia yang susah melepaskan bayang-bayang masa lalu. Memang ada benarnya sih. Sering sekali ketika saya sendirian (yang mana belakangan sering sekali saya rasakan, meskipun di sekitar banyak sekali orang-orang), saya cenderung mengenang segala keceriaan dan kebahagiaan masa lalu, berlanjut dengan sejumlah kenangan yang menimbulkan penyesalan (yeah, something like … “harusnya waktu itu saya begini” … atau “seandainya itu tidak terjadi mungkin keadaan akan berubah”) … Mencoba berpikir, dan saya sadar bahwa masa kini adalah masa lalu untuk masa depan saya, so seharusnya mulai sekarang saya harus berpikir dan mempertimbangkan lebih baik langkah-langkah ke depan saya, sehingga saya tidak tersedot ke arah penyesalan yang sama ….

Well, new year has come … sekarang sudah satu jam lebihnya dari tahun 2008 (berdasarkan jam yang bertengger di dinding ruang makan rumah saya), dan satu jam lalu saya sedikit bersedih kenapa harus melewatkan malam tahun baru dengan rasa sepi (lagi). Semua udah tidur kecuali saya dan adik saya (yang tidak mau diajak keluar), mau keluar sendirian malas dan bingung juga mau ke mana. Yah memang sih, keluarga saya tidak memiliki tradisi menyambut tahun baru secara “WoW”, dan bisa dibilang masa-masa tahun baruan yang cukup menyenangkan hanya saya rasakan ketika kuliah dulu. Apa mau dikata, sepertinya untuk tahun baru 2009 besok (jika tidak keburu kiamat) saya harus merencanakan sesuatu yang lebih mantab …

Ah sudahlah … 2008 sudah tiba, semoga saya bisa menyimpan kenangan-kenangan dari tahun 1983 sampai dengan 2007 dalam sebuah album yang indah, dan tidak membiarkannya berserakan dan berterbangan di ruang otak saya … somehow itu harus dilakukan … semoga saya bisa menjadi lebih tegas dalam mengatur kehidupan saya … semoga saya bisa mandiri dan tidak bergantungan di pohon lagi … harus dink, bukan semoga … harus … !!!!!

bersiap-siap untuk tahun yang baru … resolusi yang baru … 1280 x 800 pixel (alias bermimpi punya notebook baru) kekeke … quoting dari sebuan kartun jaman dulu waktu masih kecil, dua makhluk aneh suka bilang … Happy Happy … Joy Joy … Yup, mari hepi hepi dan joi joi … joi joi … joi joi … joi joi … ijo ijo … ijo ijo …

Selamat tahun baru 2008!!!!!!!

me … take off … to bed … ZZZZzzzZZZzzzz

Posted: December 31, 2007 Comments (4)

Live from makassar

Heu heu, iseng-iseng lagi transit di makassar (yeah, akirnya menginjak sulawesi) saya coba online pake hp eh bisa juga, kenceng pula. Kesan pertama ini kota panas bgt euy. He3x sekian dulu dari saya … *kembali celingak-celinguk cari yang seger-seger* :D

Posted: December 7, 2007 Comments (4)

Teh Impor (2)

Malam-malam, lagi suntuk karena harus menginstal ulang Windows bajekan titipan teman (ini instalasi kedua dalam satu hari karena entah kenapa instalasi pertama malah membuatnya rusak T_T), akhirnya saya memutuskan membuka seal salah satu teh impor saya. Yang ketiban sial dibuka pertama adalah Green Tea Moroccan Mint, dengan pertimbangan Earl Grey jelas lebih enak, jadi dibuka belakangan aja deh hehehe …

Soal aroma, kayanya gak usah diragukan lagi deh. Pertama buka bungkusnya (ya, setiap infus teh dibungkus dalam foil yang berbeda) langsung kecium aroma peppermint, kaya kalo kita buka permen karet, lalu disusul oleh aroma khas teh hijau. Mantab tenan…

Diseduh dengan air bersuhu 80 derajad (kekeke gitu kata petunjukkna, saya sih cuman ngira-ngira aja pake hitungan 80 persen teko diisi dengan air mendidih, sisanya diisi air dingin … jadinya kira2 80 derajad lah kekekek), dan ditunggu 2 menit … taraaaa beginilah hasil akhirnya …

Soal rasa … hehe kalo di mulut gak begitu kerasa mint-nya, tapi pas gelas didekatkan, kecium banget aroma mint-nya. Kiyis kiyis dah minumnya kekeke ^^. Hehehe, 24 bungkus lagi sebelum Earl Grey diminum … gak tahannnn!!!! Betewe, suntuk saya terobati setelah minum teh rasa permen karet ini kekekek …

Posted: December 2, 2007 Comments (1)

Teh Impor

Belakangan ini saya berubah dari penikmat kopi menjadi penikmat teh. Abis kalau minum kopi saya hanya mampu sehari satu gelas saja, selebihnya saya akan mules, pening, serasa melayang, atau jantung berdebar-debar. So, setelah berkesempatan merasakan nikmatnya Earl Grey Tea, dan setelah merasakan teh cap hurup cina (saya lupa namanya teh apa, kemarin bawa dari rumah waktu pulang kampung), saya kok jadi suka sama teh. Apalagi teh dengan aroma yang harum, diminum di sore hari di kamar kos sambil mendengar bunyi hujan, mantab tenannn. Akhirnya mulai deh saya beli teko untuk menyeduh teh, diteruskan dengan membeli gelas keramik (pinginnya kaya gelas-gelas orang Jepang gitu yang ada di dorama-dorama, dengan nama diukir di bagian bawahnya, tapi gak ketemu), dan diakhiri dengan habisnya stok teh cap huruf cina saya … hiks …

Muter-muter ke swalayan-swalayan, tidak ada yang menjual teh “nyeleneh”. Adanya ya yang standar-standar saja semacam teh hitam (red tea in some countries), teh hijau, dan teh melati keluaran S*ri W*ngi, P*ci, T*ng, S*sr*, dll dsb … tidak ada yang menjual Earl Grey … yaikz, jadi ilfil dah …

Beruntung di kantor ada staff yang punya koneksi ke dealer Teh dan semacamnya di Jogjakarta, langsung minta daftar harga … glek, kok mahal yah … ah yowis jarang-jarang saya menghabiskan uang untuk kaya beginian. Merk tehnya adalah Dilmah Tea, dan saya memilih untuk membeli teh jenis Morrocon Mint dan Earl Grey kemasan box isi 25. Total saya kudu ngeluarin duit dari kocek saya Rp 68,000.00 … glek, puasa puasa deh saya … tapi kan teh imporrr boooo … ^^



Dan akhirnya Jumat kemarin dua box itu datang. Masalah baru datang, saya tidak tega membuka kemasannya … aah penyakit lama, kalo ada barang yang baru dibeli dengan susah payah kok jadi sayang ngebukanya … harus menunggu momen yang tepat dan tenang untuk meminumnya … soon ^^

Silahkan tunggu laporan berikutnya ketika saya menyeruput teh impor ini kekekek ^^

Posted: December 1, 2007 Comments (5)