Akhirnya Merasakan Ramen

Yak sodara-sodara, akhirnya penantian itu datang juga. Meskipun tidak sehebat impian saya sebelumnya, akhirnya setelah 24 tahun menanti, hari ini saya berkesempatan mencoba Ramen, alias mie khas Jepang (at least that what they said^^) …

Bermula dari peristiwa kelaparan saya dan Toni yang lalu memunculkan ide-ide gila lokasi makan. Awalnya Toni mengajak ke Chinesse Food yang deket Jakal, dan secara Chinesse Food itu sudah digusur oleh seng-seng yang dipasang di lapangan biasanya dia mangkal, opsi itu pun akhirnya gagal. Pikir punya pikir, akhirnya muncul ide untuk makan Ramen yang katanya berlokasi di Jalan Kaliurang sebelah atas. Sepakat!!! Akhirnya diputuskan untuk makan di situ sambil ngajak Sangprabo juga, ini orang yang belakangan sangat bersemangat buat makan di situ. Well, akhirnya berkat sang maha-dukun Google, kami melakukan pencarian dan menemukan link ini. Berbasis petunjuk dari maha-dukun, akhirnya kami bertiga berangkat menuju arah Utara …. mangkattttt

Sampai di tujuan, akhirnya kami menemukannya. Sesuai dengan petunjuk yang kami dapat, warungnya terletak di seputaran Jl. Kaliurang km 10.5, depannya kebun buah naga. Bagian depannya tampak seperti ini:


Kami langsung markir motor, dan melihat menu … alamakkkk lumayan murah untuk ukuran yang ditawarkan (menurut petunjuk, kami harus siap berhadapan dengan mangkok berdiameter 25cm dan dipenuhi oleh ramen plus isi-isinya). Langsung saja kami bertiga menunjuk ke menu yang paling mahal (Rp 9.500), yaitu Gomoku Ramen, yang mana isinya ramen pake kuah Shio (garam) plus isi daging sapi asap, sayuran, udang, cumi, dan rumput laut. Hehe, sebenarnya akan lebih menyenangkan jika kaldu yang digunakan benar2 kaldu babi seperti yang ada di sini (ups, hehe … maap kalo haram detekted, hanya ungkapan hati yang rindu akan ramen babi wkwkwkwk). Tapi sekilas pandang, mantap kannnn untuk harga segitu??? Trus minumannya saya pesan Sencha, yang katanya Teh Hijau ala Jepang, tawar tanpa gula … mantabbbb, secara saya juga belakangan sedang kecanduan teh.

It tooks 20 minutes for the menu to be served. Lama juga yah, sambil menunggu kami berkhayal-khayal sambil cengengesan sendiri kaya apa jadinya ramennya. Berikut salah satu pelaku yang sedang cengengesan …

Well … dan berikut ini adalah hasil pesanan kami … bisa dilihat sendiri betapa kami tidak ngiler setengah mati dan berusaha menahan nafsu yang terus bergejolak ketika harus bersabar menunggu proses pemotretan makanan tersebut. Aih aih … tidak kuaaaatttt!!!!!!

Dan setelah kami rasakan … to be honest, saya agak ngerasa kurang gurih (asin), padahal katanya pake kuah garam. Tapi berbekal pikiran positif dan euphoria berlebihan saya memakan hidangan itu dengan lahap sekali. Ndak cuman saya dink, Toni aja yang biasanya makan paling lambat dan lembut tiba di garis finish lebih dulu dari saya dan sangprabo. Gile juga tuh anak kalo lagi niat apa-apa cepet dah …

Sepulangnya dari situ … kami bertiga kekenyangan …. aaaahhhh diet saya hari ini gagal lagi … wkwkwkwk

So, buat yang belum tahu dan pingin merasakan ramen di jogja … mari mari silahkan datang ke tempat ini. Dijamin pulang-pulang buntjit dah itu perut wkwkwkwk

Dari jogja saya melaporkan untuk ubun-tv … :D

PS: tulisan serupa bisa didapatkan di blog toni dan sangprabo

Posted: November 26, 2007 Comments (8)