Astaga!!! Tokyo Love Story!!!

Setiap saya pergi ke Medan pasti saya selalu menyempatkan diri untuk mampir di toko-toko DVD setempat. Mulai dari yang berada di Pajak USU sampai yang berada di mall-mall. Nah barusan saya dan Reza jalan-jalan di Medan Fair, trus seperti biasa mampir di toko DVD deh. Si Reza mengemban misi mencari CSI season … hmm lupa saya … dan diriku tentu saja mencari dorama-dorama yang belum saya tonton. Dulu banget pas pertama mampir di Medan saya dapat dorama Densha Otoko, yang kemudian menjadi salah satu pemicu virus dorama di kantor saya, kemudian beberapa judul lainnya dan terakhir tadi saya memborong 5 judul dorama yang salah satunya adalah …. the legendary Tokyo Love Story!!!!!!

Tokyo Love Story
image taken from http://wiki.d-addicts.com/Tokyo_Love_Story

Kalian semua penyuka dorama patut dipertanyakan statusnya nih kalo nggak tau dorama ini. Pada sekitaran tahun 1992 Indosiar menayangkan dorama ini. Waktu itu saya yang sedang lucu-lucunya menjadi murid SMP, langsung terpana melihat tokoh Rika Akana yang diperankan oleh Honami Suzuki. Ahh … those old times …
Selanjutnya di Indosiar mulai diputar dorama-dorama yang keren lainnya semacam 101st Marriage Proposal, Ordinary People dan Love Generation. Sepertinya era 1992-2000 itu merupakan era kejayaan dorama, diputar seminggu sekali, pernah ada dua judul dalam seminggu, lalu berganti diputar setiap sabtu siang dan berangsur-angsur menghilang dari peredaran di stasiun TV lokal dan akhirnya era ini berakhir ditandai oleh penayangan Shotgun Marriage di …. hmm mana ya lupa saya, Indosiar juga kayanya. Era dorama mulai digantikan oleh drama-drama Korea, Cina, dan Taiwan, plus invasi dari sinetron-sinetron *busuk*. Padahal sepertinya masih begitu banyak dorama yang berkualitas beredar di jepang sana. Yah, gak ngerti deh kebijakan pihak televisi. Pikir saya sih daripada menayangkan film-film dengan lakon naga, buaya, kadal, monyet, magis magis, setan, dan kekerasan dalam rumah tangga serta dendam membara plus dubbing yang aneh (masa film Indonesia didubbing sehhhhh?????!!!!!!), mending sisakan satu dua jam tayang khusus dorama deh hehehehe ^^.

By the way … perhatikan gak sih kalo tema-tema dorama itu sepertinya selalu berkisar di persahabatan, semangat kebersamaan, cinta yang tidak memaksa, dan ceritanya didasarkan pada kehidupan sehari-hari yang normal (i mean tidak semuanya berkisar pada anak-anak tajir yang ke sekolah pake mobil sendiri, suka dugem, punya rumah di istana, plus bisa berubah jadi ratu buaya/kuda/kucing/kancil/lintah/dan hewan-hewan lain silahkan diisi sendiri). Sekalipun itu film/dorama menceritakan tentang anak kaya, sangat jarang kekayaannya yang ditonjolkan. Moral of the story tetep kerasa banget. Somehow I think kalo selain produsen impor yang mempengaruhi, ciri-ciri drama Cina dan Taiwan juga sangat merusak warna sinetron Indonesia. Ciri-ciri hidup hedonis dan lebih mementingkan tampang keliatan sekali tuh di sinetron-sinetron. Well, beberapa mungkin baik dan menghibur … tapi sisanya?? Busuk blassss!!!

Halah, malah jadi marah-marah … udah ah, saya mau nonton sajah malam ini … *siap-siap posisi*

chaoo ^^

Posted: October 26, 2007 Comments (13)