My First Cup of Starbucks

Horeee, akhirnya datang juga hari besar dalam sejarah gosonX minum kopi starbucks!!! Secara saya adalah seorang yang agak katro di bidang beli-sesuatu-yang-mahal-padahal-harusnya-tidak-semahal-itu, rasanya boleh donk kalo saya sedikit pamer mengenai my first cup of Starbucks.

Rasa (atau apa ya istilahnya) yang saya pilih adalah caramel *something*, dingin dan esnya tidak di-blend. Kenapa saya pilih itu? Padahal kan biasanya kalo ke coffee shop yang lain saya akan memilih yang non-caramel dengan alasan eneg sekali. Abis itu pilihan dari masnya yang jaga (kekeke, saya pake belagak katro bilang ‘wah saya juga bingung mas’, akhirnya dia yang milihin, katanya special menu - selain date frappucino). Yah for today caramel boleh lah …

Rasa … humm, so far as I can taste sih kok sama aja ya dengan rasa kopi di tempat lain. Aroma caramelnya kurang begitu terasa (mungkin kurang banyak ajah campurannya), dan yahhh … sepertinya lebih menyenangkan jika dihidangkan dengan cangkir (dan setelah dapat konfirmasi dari Bayu bahwa memang gitu sajiannya, lebih menyerupai fast food gituh, saya jadi lebih memahami).

So far as I can tell you … 33ribu untuk segelas caramel *something* akan terasa lunas jika saja tadi saya sempat konek ke internet dengan notebook yang sudah saya bawa dari kos, dan waktu yang lebih lama lagi untuk nongkrong di sana … huhuhu … rasa? boleh lah … hehe besok-besok cobain frappucinonya ah. Itu barang dah sering banget saya lihat kemasan botolannya di Circle-K tapi gak kuku buat belinya (harganya itu boooo larang tenan!!!) …

Huehehehe, thanks to Bayu buat traktirannya. Besok-besok cobain rasa yang beda yah kekekek *nyaaaaaa*

Posted: September 27, 2007 Comments (2)

gosonX

Humm, tak terasa ‘nickname’ itu udah nempel di badan gw (yang emang rada gosonx ini) selama hampir sepuluh tahun. Wew, kayanya bisa deh kalo diceritakan asal muasalnya nama itu.

Semuanya berawal di bangku SMA (kelas dua deh kalo gak salah itu), waktu itu gerombolan (gak enak nyebutnya geng, terlalu cewek) saya lagi duduk-duduk di kelas. Entah kesambet apa si Eka (yang sudah lebih dahulu dipanggil “Kotax” karena potongan rambutnya yang ngajubilah kotak itu) bilang kalau dia punya sebutan buat saya, yaitu ‘gosonX’. Wew, si Deo lalu teriak kesenangan, dan secara dia orangnya cukup ribut, dan cukup berisik, dan cukup punya jaringan gosip di sekolah, mulailah nama itu menyebar secara luar biasa. Bingung juga sih kenapa kok cepat yah, apakah gara-gara “unique” gitu kali ya. Mulai dari temen-temen sekelas, menyebar ke anak-anak peleton inti (yay!! pendek-pendek dan gemuk gini dulu saya anak peleton inti, nomor dua dari belakang kekekekek), OSIS, adik-adik kelas, kakak-kakak kelas, sampai dengan guru, semua kini mengenal saya dengan nama gosonX (okay, mungkin spellingnya adalah ‘gosong’, tapi saya tegaskan sekali lagi bahwa penulisan yang benar nickname itu adalah : gosonX, small ‘g’ in the front and capital ‘X’ in the back. Got the idea??). Dan berakhirlah nama “Aan”, “Alvon”, dan “Albert” di SMU Negeri 8 Jogjakarta … digantikan dengan gosonX …

Beranjak kuliah, ketika mulai Ospek 2000, saya pun bingung. Rasa hati ingin mengenalkan nama “Aan” kembali ke muka bumi, atau sedikit keren dengan nama “Alv”, tapi kok kayanya lucu saja. Secara saya kuliah tetap di Jogja, dan masih banyak anak-anak SMU 8 berkeliaran di UGM, malah aneh kalau saya tiba-tiba muncul dengan nama lain (ingat? nama asli saya sudah dilupakan banyak orang). Dari jam 5 sore sampe jam 8 malam saya bingung-bingung di kos Gunawan, salah seorang anggota kelompok ospek, dan akhirnya saya memutuskan akan tetap mengusung nickname itu, itung-itung supaya orang menjadi lebih gampang mengingat saya (dan kenyataan bahwa saya sangat pelupa dalam hal nama, jadi lebih baik kalau mereka mengingat nama saya lebih dulu daripada sama-sama tidak ingat wakakak). Well jadilah papan nama itu bertuliskan “Gosonx, Teknik Elektro”

Dan saudara-saudara … ternyata dugaan saya benar sekali. Bisa dibilang mencuri start daripada pihak-pihak yang sukanya cari perhatian, nama saya cukup tenar di awal-awal kuliah. Hehehehe, enak banget ternyata berkenalan dengan orang kalau memiliki sesuatu yang unik (well, makanya tidak heran kalau si Tukul terkenal sekarang hehehehe). So … akhirnya nickname ‘gosonX’ tidak jadi hilang.

Nah, ada nggak enaknya juga nih punya nickname nyleneh kaya ini nih. Antara lain :

  • Kalau diteriakkan sama kenalan dari seberang jalan … “gosonX!!!!!!!” … dhew, malu juga deh rasanya
  • Sering disebut-sebut sama pembeli sate … “mas, satenya jangan gosonX-gosonX yah” … dhew, salah apa saya yah?
  • Kalau ketemu klien dengan rekan kerja, dah bagus-bagus memperkenalkan diri dengan nama “Albert”, eh di tengah presentasi pasti aja ada keluar “Pak gosonX”, “mas gosonX” … dsb … dan diakhiri dengan “ups … maksudnya Pak Albert” … huhuhu
  • Paling parah, nama asli saya sangat jarang ada yang tahu …duh, ntar nickname itu masuk ke SIM ato KTP pulak

Hehe, tapi jelas, yang enaknya adalah … setidaknya orang-orang akan mengingat saya sedikit lebih lama hehehehe …

*wew, narsis sekali tulisan kali ini*

PS: Buat Bagong, Kotak, Deo, Putu … thanks guys for the nickname … kapan kita kumpul-kumpul lagi euy??

Posted: September 7, 2007 Comments (13)