Mencoba Mainan Baru
Gila aja, dari April dan sekarang bulan Juli baru mulai nge-blog? Kemana aja neeh kok nggak nongol-nongol. Hehhee, iya nih belakangan saya kehilangan waktu dan semangat untuk menulis lagi di blog. Kesibukan di kantor dan kuliah membuat saya siang malam harus berurusan dengan tugas tugas dan tugas …. wuihhhh ….
Nah, mumpung sudah agak longgar minggu ini (yah longgar dikit lah, abisnya ada masalah keuangan juga wakakak) mulai nulis lagi ah …
Dua hari lalu saya dan Bayu mencoba Wii, console game baru buatan Nintendo. Denger-dengernya sih cara maininnya beda ama console biasa. Controller dari Wii wireless dan bisa mendeteksi gerakan sampai tiga dimensional. Wuihh, kebayang nggak kalo maen tarung-tarungan bisa kaya beneran. Dan ternyata memang benar sodara-sodara, controller tersebut cukup digenggam di tangan dan digerak-gerakin sesuai keinginan kita. Game pertama yang kami coba adalah Wii Sport, bundel resmi dari Wii-nya. Isinya permainan Tenis, Golf, Tinju, Baseball, dan Bowling. Dan ya mainnya itu pake ngayun-ngayunkan tangan ke mana-mana deh. Misal kalo mau pukul di tinju dorong tangan ke depan, covering muka juga tinggal taruh tangan di depan muka … Asyik deh pokoknya.
Game kedua yang kami coba adalah Bleach. Huehehe, enak juga nih maennya. Ayun-ayun tangan kaya megang pegang beneran. Saya tidak sempat ngerasakan enaknya jadi Ichigo, tapi dah menikmati jadi Abarai Renji huhuhuhu …
Next … tadi malam pembukaan perdana arena ice skating di Saphir Square. Diajakin sama Bayu dan Moniq, berangkatlah kami bertiga ke sana. Sempat dag dig dug juga sih, soalnya saya belum pernah maen beginian, boro-boro beginian, lha wong sepatu roda aja belum pernah. Sampai di sana kami diberitahu bahwa hanya bisa maen sejam dari dua jam yang dijatahkan karena arenanya tutup jam 9 malam. Well, gak papa lah, akhirnya kami masuk saja. Tantangan pertama saya begitu masuk adalah bagaimana menggunakan sepatu berpisaunya itu, untung ada mas-mas yang ngebantuin dan wuiiihhh, itu ikatannya kencang sekali (plus kayanya kekecilan sepatunya, mau tuker males juga). Tantangan kedua bagaimana berjalan dengan menggunakan sepatu itu. Dan tantangan terakhir bagaimana menapak dan meluncur dengan sepatu aneh itu … Dah mikir macam-macam juga sih kalo jatuh jadi gimana dan lain sebagainya …. dan benar sodara-sodara. Selama satu jam saya muter-muter di deket pegangan pinggir dan saya masih belum menemukan trik yang benar untuk meluncur dengan benar. Sial deh, mana pake jatuh tiga kali lagi (jatuh yang kedua seru bener, kaya di film-film, pake acara melayang dulu wakakak). Tapi gak papa deh, besok-besok maen ke sana lagi (nunggu keuangan stabil dulu tapi deh, soalnya tiketnya Rp 35.000 / 2 jam).
Alhasil pagi ini saya bangun dengan pegal-pegal di tubuh saya …. duh kaki kanan kayanya tidak bisa buat lari deh ini …


