Dikejar Angin Puyuh di Jogja

Akhirnya saya tahu bagaimana rasanya dikejar-kejar oleh angin puyuh seperti di film Twister. Ceritanya tadi saya dan Toni pergi ke Ramai Mall dalam rangka survey harga handphone baru untuk saya. Setelah saya memilih kira-kira handphone apa yang akan saya tukar dengan yang lama, akhirnya kami memutuskan untuk pulang, mengingat di luar sudah gelap sekali.

Tanpa prasangka apa-apa, hanya berpikiran segera pulang sebelum kena ujan, kami melaju mencari jalan yang paling pintas dan sepi, akhirnya diputuskan lewat Lempuyangan. Eh, ternyata sampai di sana ujan gede dah turun, akhirnya kami berhenti sebentar di dekat restoran Kobra Lempuyangan untuk memasang jas hujan. Tau-tau kami sadar bahwa orang-orang sudah ramai sekali di situ sambil menunjuk-nunjuk atas. Ketika kami melihat ke atas, kami baru sadar kalau kira-kira 300 meter di depan kami itu sudah ada angin puyuh yang berputar-putar sambil mengangkat serpihan-serpihan kayu (entah dari mana). Anehnya kami tetap bertahan di situ sambil bengong dan mengeluarkan pendapat-pendapat semacam “wah keren Ton”, “wah omahe keno tenan kuwi”, “wah, ndelok kuwi wis ono alure”, sambil terkagum-kagum melihatnya (lha iya lah, jarang-jarang ada beginian), sampai akhirnya kami sadar bahwa itu berbahaya sekali!!!! *we such a stupid geek*

Putar motor segera dan melaju ke arah selatan, kemudian mengambil tujuan ke Gayam (pikir kami mau mutar lewat flyover Bioskop Mataram). Sampai di perempatan Gayam orang-orang udah pada teriak-teriak “ngidul wae mas, ojo ndene!!!”. Ternyata ketika kami toleh ke kiri itu angin dah deket banget, dan bergerak (aarrrgghhh!!!! It’s movinggg) … kalang kabut akhirnya saya arahkan motor ke selatan lagi menuju ke jalan Kusumanegara. Iseng-iseng lihat ke tangki bensin … alamak!!! Sudah ada di garis “E”, sial bener dah … Nah di sini ini mulai ketegangannya. Ketika kami bergerak ke selatan itu angin seperti mengejar-ngejar kita, di jalanan orang-orang pada keluar rumah sambil berteriak-teriak. Hhhhh …. die because of a wind is not my option … tariiikkkkk!!!!

Phew … untung kami bisa mencapai di pertigaan kusumanegara itu, langsung saya belok kiri dan berpikir “Kalau perlu ke Solo buat selamatin diri boleh deh, asal ada pom bensin yang buka ajah” … Dan untungnya (buat kami) angin tersebut melaju terus ke selatan. Dan ketika kami sampai di jalan Janti dan menengok ke arah lempuyangan … awan yang tampak berputar-putar di atas langit akhirnya menunjukkan tanda-tanda berhenti berputar. Thanks God!! Dan kami memutar motor dan perlahan-lahan kembali ke kota ….

Hemm … seandainya saya sudah membeli handphone berkamera tadi, mungkin bakal ada rekaman yang lebih mantab dan bisa dijual ke TV tuh wekekek … j/k ^^

News URL:
- Angin Puting Beliung Mengamuk di Yogya, Warga Baciro Histeris (detik.com)

Posted: February 18, 2007 Comments (18)

MySQL “unauthenticated user”

Hhh … mau nulis di blog saya yang satunya tapi kok koneksi ke wordpress lemot amit hari ini. Yah, sementara ditulis di sini saja deh hehehe.

Beberapa hari yang lalu saya menerima laporan dari salah satu klien bahwa salah satu aplikasi tidak bisa diakses ketika jumlah user yang melakukan koneksi dengan aplikasi itu meningkat. Error yang muncul menunjukkan bahwa PHP tidak dapat melakukan koneksi pada server database, dengan kata lain “servernya KO mendadak”. Well, melihat bahwa spesifikasi server tersebut cukup aduhai, saya jadi bingung seketika … what the h*ll is happened here … and time is ticking while that user still waiting for an answer (and solution) …

Buka konsole, remote login ke sana dan saya coba restart mysql, sepertinya masalah selesai … tetapi beberapa saat kemudian muncul masalah yang sama. Saya check di list aktivitas mysql dan wallaa … saya menemukan beberapa user aneh yang terdaftar dalam antrian penggunaan server, kira-kira seperti ini bentuknya :

|**4*|*unauthenticated*user*|*x.x.x.x:x*|*NULL*|*Connect*|*NULL*|*login*|*NULL*|
|**5*|*unauthenticated*user*|*x.x.x.x:x*|*NULL*|*Connect*|*NULL*|*login*|*NULL*|
|**6*|*unauthenticated*user*|*x.x.x.x:x*|*NULL*|*Connect*|*NULL*|*login*|*NULL*|

Dan jumlah “unauthenticated user” ini terus menerus bertambah. Humm, ada yang aneh di sini pikir saya. Segera mengeluarkan jurus google dan menemukan jawaban dari halaman ini.

Dari halaman itu dikatakan bahwa ketika suatu koneksi dilakukan ke MySQL, maka akan dilakukan dua kali pengecekan koneksi yaitu reverse lookup dan forward lookup. Reverse lookup adalah pengecekan terhadap hostname dari klien yang mencoba melakukan koneksi. Nah pengecekan ini sangat bergantung pada DNS server yang alamatnya terletak di /etc/resolv.conf. Pada dasarnya tidak akan terjadi kesalahan di sini, kecuali DNS server yang diberikan salah atau tidak dapat dihubungi. Jika DNS server tidak dapat dihubungi, nah maka akan muncul “unauthenticated user” yang mengindikasikan bahwa sang “unauthenticated user” tersebut menunggu hasil pengecekan.

Nah, ternyata dari sinilah semua keanehan ini berasal. Selidik punya selidik, ternyata alamat DNS yang diberikan tidak valid. Wahahaha, segera saya ubah menjadi alamat DNS yang valid dan … walaa, hilang semua masalah. Tidak ada lagi unathenticated user yang bermasalah.

Humm sebagai tambahan, ternyata semua server yang ada di klien kami itu salah semua DNS-nya, dan segera setelah diberikan alamat yang benar, maka keluhan akses yang lambat seharusnya menjadi hilang (setidaknya itu dugaan saya, karena tidak ada laporan lagi ^^)

Okay, semoga posting kali ini menjadi posting yang berguna ^^

Posted: Comments (1)

Live@KedaiKopi

Malam ini saya diajak Bayu untuk ngopi-ngopi dikit (banyak juga gpp dink) di Kedai Kopi. Buat anda-anda yang nggak tau Kedai Kopi (pertama-tama … kasihan deh loe wakakak), lokasinya ada di timur UNY di pinggir selokan mataram. Yah, itung-itung “nggaya” dikit, sekali-sekali jadi anak gaoel nenteng notbuk ke kafe (dan berharap semoga baterainya tahan tjukup lama).

Pertama kali yang kulakukan adalah mencoba koneksinya, well better than Empire lah dari segi kecepatan. Dan mungkin karena memang ini adalah kedai spesialis kopi, kopinya enak euy. Mumpung gratis sekalian aja coba Chocholacino, yang katanya mirip-mirp mochacino tapi versi hangatnya (dalam artian ni kafe nggak memberikan mochacino hangat dalam menunya *aneh memang*), sedikit rasa coklat dan paduan krim di atasnya. Dari rasa … nice, menyenangkan minumnya huehehe. Humm, mungkin kritik dikit : pesanan disajikan terlalu lama.

Next … somehow perutku jadi mules (wakakak, akhirnya udiknya keliatan … nggak bisa minum kopi keren), nanya ama mas pelayan yang mukanya mirip kali ama Aming dimana toiletnya dan dia bilang di belakang. Setelah ke sana, tahulah saya bahwa tidak ada lubang toiletnya. Sial, kalau gini susah ceritanya, untung saya bisa (ups) buang angin sedikit supaya lega di perut. Lalu setelah itu pesan teh Earl Grey, dan sengaja nggak saya tuang gulanya supaya bisa benerin nih perut sedikit.

*mencoba bertahan dengan baterai 31%, according to Power Manager dan perut agak aneh*

Okay, sebenarnya tujuan hari ini adalah sebagai follow up proses peracunan Bayu untuk masuk ke dunia blogger, ngajarin cara ngeblog. Sebagai permulan saya kenalkan saja ke blogsome, dan yah seperti yang bisa dilihat, akhirnya dia bisa ngeblog juga (dan pertanyaan anehnya adalah … cara bikin paragraf menjorok ke dalam bagaimana yah^^)

Hemm … saya baru sadar kalau batere saya masih kuat dan waktu sudah menunjukkn pukul 01:08 a.m. Kalau dihitung-hitung tadi kami datang ke sini jam 23.00, maka notbuk ini sudah nyala 2 jam lebih 8 menit! Cukup jauh dari waktu yang saya kira mampu dipertahankan oleh notbuk ini , dan kalau si Power Manager menunjukkan persen yang bener, masih ada 26% daya yang tersisa … hehehe, mantab mantab …

Aarrgghhh!!! Perut sudah tidak bisa kompromi lagi, saya harus mencari mas Aming tadi dan nanya dimana toilet benerannya. Untungnya ada, di belakang sekali dan tidak ada lampunya. Mampus dah, tapi apa daya, demi perut terobati saya harus merelakan rasa takut saya dihilangkan sekejab. Misi mas dan mbak penunggu, numpang jongkok ^^ … $en$ored ….

Selesai juga … aaahhh … Humm kudunya nih titel harus diganti jadi “obrolan seputar buang air” yakakak, astaga jorok kaleee. Maap maap para pembaca sekalian, saya lagi error nih di Valentine Day ^^ …

Humm, mungkin cukup dulu deh saya nulis, ntar klo da sambung lagi aja deh … hehehe …

Posted: February 14, 2007 Comments (4)

Pencarian Kerang Rebus “Wueenak”

Pencarian ini bermula dari perkenalan saya dengan kerang rebus sekitar 10 tahun lalu, waktu itu masih dimasakin ama bapak saya, dan terlupakan sampai akhirnya sekitar sebulan yang lalu saya kembali diajak oleh Pak Umar, dosen di USU, untuk menikmati kerang rebus di Medan. Waktu itu saya dan Reza diajak untuk menikmati Medan di waktu malam dan sedikit berwisata kuliner ke pojok-pojok Medan. Setelah makan durian segede bagong (alamak bener deh segede bagong tapi murahnya bangetttt … ukuran Jogja 25rebu, di sana dapet cuman 6rebu - bahkan bisa kurang), kami diajakin makan kerang rebus plus susu ahad.

Penasaran seperti apa bentuk mereka? Well here are some report … (more…)

Posted: February 11, 2007 Comments (7)