Celeron M Sucks?? Wait a sec ….
Beberapa hari ini saya cukup bingung menjadi penasihat pembelian notebook untuk seorang teman. Pada awalnya dia sudah berketetapan untuk membeli notebook dengan prosesor Celeron-M saja (kelas 380 keatas), namun beberapa omongan orang-orang di sekitarnya cukup membuat gundah. Bagaimana tidak, semua orang kecuali saya berkata bahwa Celeron-M jelek dan sebaiknya beli yang Pentium-M saja, dengan alasan performa dan lain sebagainya. Saya jadi pusing mendengar hal ini, dan sedikit penasaran juga mendengarnya. Alhasil, Google menjadi sarana saya menuangkan rasa penasaran ini … okay, hasil pencarian di Google dan situs Intel memberikan saya beberapa pencerahan soal perbandingan antara Celeron-M dan Pentium-M … inilah hasil penyelidikan saya …
Celeron memulai debutnya sekitar tahun 1998 sebagai prosesor murah alternatif kelas Pentium (kalau nggak salah pas jaman itu Pentium-II memulai debutnya juga). Sebagian besar orang dengan pertimbangan budget mulai membelinya dan segera sadar bahwa memang Celeron produk yang sangat2 jelek pada waktu itu. Performa yang rendah segera membuat Celeron menerima stempel “JELEK”. Well, itu dulu sekali … sudah 8 tahun berlalu sejak saat itu dan sekarang bagaimana dengan performa Intel Celeron-M??
Dari situs Intel, saya mencoba membandingkan antara Celeron-M, Pentium-M, dan juga iseng-iseng berhadiah dengan Core Duo. Anda bisa melihat lebih jauh untuk seri yang lain di situs-situs yang saya berikan di link bawah, namun untuk saat ini saya coba ambil sample Celeron-M seri 420 (yang akhirnya setelah pertimbangan sangat matang diputuskan untuk dibeli oleh teman saya), Pentium-M 730 (prosesor milik notebook saya), dan Core Duo T2400 (milik notebook Fedy). Ah well, terlepas dari slock speed lho ya ^^ … Berikut adalah cuplikan datanya :
| Prosesor | Arsitektur | Cache | Speed | FSB | SpeedStep |
|---|---|---|---|---|---|
| Celeron M 420 | 65 nm | 1 MB L2 | 1.60 GHz | 533 MHz | No |
| Pentium M 730 | 90 nm | 2 MB L2 | 1.60 GHz | 533 MHz | Yes |
| Core Duo T2400 | 65 nm | 2 MB L2 | 1.83 GHz | 667 MHz | Yes |
Okay … kalau dilihat dari perbandingan di atas, justru Celeron-M lebih menang di sisi arsitektur. Humm, to be honest saya tidak begitu mengerti mengenai perbedaan 90nm dan 65nm, tapi sepertinya impact-nya pada ukuran, bobot, dan penggunaan energinya. Kemudian untuk L2 cache, memang bukan rahasia umum lagi kalau Celeron memang “selalu” menggunakan cache setengah dari yang ada pada board-nya (lihat gambar). Memang sedikit berefek pada kecepatan, tapi percaya saja kalau anda hanya menggunakan notebook untuk kuliah sehari-hari (yeah dan mungkin Matlab, Compiler, dsb dsb) tidak akan terasa terlalu besar.

diambil dari http://www.tabletpcreview.com/?newsID=178
Kita lewati untuk FSB dan Clock speed, langsung menuju ke SpeedStep. SpeedStep merupakan salah satu teknologi Intel yang mengijinkan prosesor untuk mengatur Clock Speed sesuai dengan sumber tenaga yang ada (sumber: Intel) Misal jika sumber tenaga berupa baterai, maka prosesor akan menurunkan kecepatan menjadi lebih kecil sehingga lebih hemat. Nah, pertanyaan untuk anda adalah, apakah anda akan sering menggunakan notebook anda jauh-jauh dari colokan listrik? Jika iya, memang mungkin anda akan membutuhkan Pentium M (yang setahu saya untuk kelas notebook mid-user baterainya minimal sanggup bertahan 2,5 jam). Namun jika anda tidak terlalu sering jauh-jauh dari colokan, kenapa tidak menggunakan Celeron saja? Dengan berhemat sekian ratus ribu, anda bisa membeli RAM tambahan atau hardisk eksternal.
Inti permasalahan, performa … Okay, jujur saya belum bisa menemukan perbandingan yang cocok untuk ketiga prosesor ini, tapi saya menemukan arsip lama di sini, yang mengatakan bahwa untuk kelas Celeron M 1,3G dan Pentium M 1,4G perbedaan yang didapat tidak terlalu besar. Anda bisa lihat sendiri grafiknya di sana (saya nggak pernah make SiSoftSandra, jadi mending tidak berkomentar deh ^^)
Nah … masih mengatakan bahwa Celeron M jelek? Well … memang keputusannya ada pada anda. Saya hanya seseorang yang masih awam di bidang hardware yang mencoba untuk memberikan sedikit informasi. Tapi yang jelas, sepertinya teman saya tidak salah pilih dengan Benq R41E (hemm, bahkan sepertinya Compaq M2232 gw kalah jauh deh T_T). Semoga yang kukhawatirkan tidak terjadi …
— end of story —
Bahan :
http://www.intel.com/products/processor_number/chart/pentium_m.htm
http://www.intel.com/products/processor_number/chart/celeron_m.htm
http://www.intel.com/products/processor_number/chart/coreduo.htm
[Link dipendekkan dengan alasan lebar halaman]
http://www.tabletpcreview.com/?newsID=178
http://www.computing.net/cpus/wwwboard/forum/10977.html

Nice review..
Thanks for the info, bro..
Comment by Kramero — December 6, 2006 @ 2:18 am
ya udah, U beli Benq trus Compaq nya kasih ke aku aja
Comment by paydjo — December 12, 2006 @ 1:07 am
Aku beli sonx… 4 juta… :p
Comment by ariawan — January 8, 2007 @ 5:55 am
makacih reviewnya, jadi aja saya beli hp celeron, sisanya bisa buat beli hp….:)
Comment by miko — April 9, 2007 @ 5:00 am
Eh, ngomong2 temen km yg beli Benq R41E itu terus akhirnya gimana, ada complaint soal quality gak? soalnya aku jg lagi ngincer R41E nih
Comment by Peter — May 7, 2007 @ 10:10 am
eh, tapi kalo benQ R41E buat linux jkeren gak? soale aku mo beli yang itu juga?
Comment by xbayem — May 8, 2007 @ 2:06 pm
@Peter
Ahirnya temen gw jadinya beli Acer 2482, sama-sama celeron M 420 sih, dan sampai sekarang nggak ada complain. Eh, mungkin agak panas … tapi itu spesifik bahan notebook kali yah.
@xbayem
Humm … kalau untuk Ubuntu-Certified sepertinya tidak deh. Sepertinya ada masalah dengan VGA Via Unichrome yang ada di notebook ini. Temen gw pake Axioo pengalaman nggak dikenali VGA-nya, dan akirnya nggak bisa jelly desktop dah ^^. Mungkin bisa dipertimbangkan untuk yang makai nvidia atau intel saja di bagian vga. VIA dan ATi jangan dulu deh … susyeee kalo mau dukungan di linux. cmiiw …
Comment by alvonsius — May 8, 2007 @ 2:54 pm
Hehehe, agak mematahkan semangat nih, soalnya dulu saaya juga ngincer 2482 (sekarang 3683) tp lebih prefer R41E karena bentuknya (in my opinion) lebih keren. Tp kalo ga bisa linux susah juga ya… So, kalo 2482 (Intel 915) dikasi linux gimana, fully supported sampe ke WiFi2 nya? Thx so much…
Comment by Peter — May 12, 2007 @ 2:46 pm
Thanx bwat reviewnya, tp tetep aj gw ksel sma Silmi yang m’pengaruhi gw bwat beli Notebook dengan Celeron M
Comment by Akbar yang dipengaruhi Silmi — May 23, 2007 @ 8:31 am
Gw pake Compaq Presario C301, Celeron M 420 (1.6 GHz) dengan intel chipset (bus 533), jalanin Mac OS X dan Windows. Percaya ato ga, laptop ini kenceng bo! Gw jalanin OS X dengan RAM 256MB jalan normal (cenderung kenceng). Gw bandingin ma macbook Core 2 Duo dengan RAM yang sama, kecepatannya ga beda jauh untuk aplikasi biasa. Gw bandingin ma Acer dengan processor yang lebih besar clock speednya, tetep lebih kenceng Compaq Celeron gw. Sebenernya pemilihan hardware notebook ga cuman melulu processor, yang juga sangat penting adalah kecepatan bus motherboard, hal ini terutama untuk integrated graphic. Kenapa? karena kecepatan processing integrated graphic sangat tergantung pada bus speed yang juga sangat tergantung kecepatan memory (RAM). Hal ini pula yang jadi pertimbangan gw memilih Compaq ini di atas Acer yang notabene memiliki processor lebih kenceng (dalam ukuran GHz) namun mempunyai bus speed lebih rendah. Dan terus terang gw ga nyesel milih ini laptop. Selain itu, operating system dan aplikasi yang nantinya akan dijalankan juga mempunyai peran, misalnya untuk aplikasi yang lebih “processor intensive” akan lebih kenceng kalo pake processor dengan clock speed lebih tinggi (arsitektur processor juga berpengaruh dalam hal ini). Namun sekali lagi, bus speed yang akan menunjukkan performa keseluruhan mesin. Hal ini karena arsitektur dari PC (X86) itu sendiri yang estafet antara processor dan memory. Bayangkan anda bermain sepak bola, anda sudah menggiring bola kesana kemari, namun pada saat bola harus dipassing ke teman anda, teman anda masih jauh ketinggalan di belakang, atau malah lebih parah lagi, sibuk benerin tali sepatu. Hasilnya? Anda harus menunggu teman anda untuk bisa menyusul anda agar bisa passing itu bola. Bete kan?
Celeron emang mempunyai cache lebih kecil, dan hal ini yang menjadi kelemahannya dibandingkan dengan Pentium atau Core Duo. Namun hal itu bukan nya tidak bisa diatasi (atau paling tidak diimbangi). Bayangkan cache ini adalah stamina anda dalam menggiring bola, seberapa cepat dan kuat anda bisa menggiring bola. Kalo stamina dan kecepatan tidak terlalu kuat, hasilnya? cape deh. Namun gimana kalo misalnya stamina anda tidak cukup kuat? harus ada teman anda disamping anda, sehingga oper-operan bola menjadi permainan yang cantik dan tidak melelahkan. So? saran saya, lebih baik mempunyai permainan tim yang cantik daripada one man show. Lebih baik mempunyai sistem yang berjalan dengan efisien daripada mempunyai kekuatan hanya dalam satu pemain. Para pemain di mesin PC adalah Processor, Motherboard (chipset dan bus speednya), Memory, serta Hardisk dan Operating System. Kalau semua pemain ini bisa menjalankan perannya dengan efisien, niscaya, mesin PC anda akan berjalan dengan cepat dan anda dijamin puas! Untuk mengimbangi kelemahan kecilnya cache di Celeron, pake motherboard dengan Bus Speed yang memadai dan jangan lupa, kecepatan RAM yang sesuai (besarnya RAM juga akan berpengaruh). kalo misal ga punya RAM gede, imbangi dengan Hardisk yang punya kecepatan tinggi. Jadi kesimpulannya, performa komputer tidak melulu processor, karena sebuah mesin komputer adalah sebuah sistem yang bila salah satu komponen tidak seimbang, sistem akan berjalan tersendat. Pake Celeron? siapa takut?
Comment by Bujang — May 30, 2007 @ 1:53 pm
Aq lg cari arsitektur prosesor pentium! bisa ngak aq lihat !
Comment by Bony — September 24, 2007 @ 11:05 am
thanx infonya…..notebookq Axioo TVR 152-C, konon yg termurah, maklum duit pas2an…kalo da yang tau tentang kelebihan laptop tu skligus klemahannya? gimana menyiasati biar tu laptop g lemot2 amat, hehehe…mksih ^-^
Comment by ZEIN — August 4, 2008 @ 12:41 pm
@all
wew banyak juga yang respon, saya dah lama gak buka posting yang ini jadi ketinggalan
@Bujang
thanks buat tambahannya ya bro
@zein
well, ada yang tahu? hehe, yang jelas seminimal mungkin ada aplikasi yang lagi jalan di belakang deh …
Comment by alvonsius — August 4, 2008 @ 3:16 pm