Ada apa dengan dua nama itu? Ya tentu untuk anda-anda yang sering melihat televisi tentunya cukup familiar dengan iklan sebuah pasta gigi yang menampilkan pertandingan tinju antara sang juara bertahan Pasto dengan sang penantang Formo. Tentu saja tanpa perlu berpikir panjang lagi kita akan tahu siapakah produk yang dimaksud dengan Pasto huehuehue …
Saya sedikit geli dengan iklan tersebut, terutama ketika sang promotor mengatakan “…dan Pasto mulai bermain curang…”, diiringi dengan adegan Pasto membawa sebuah chocolate bar segede bagong dan menghantamkannya ke Formo. Yang bikin geli adalah ketika Formo mulai membalas dengan cara yang sama (donatnya lebih gede dari choco bar itu lhooow), tidak ada celetuk yang sama dari komentator, bahkan penonton berteriak memberikan support. Dan akhirnya Formo menang juga, tetap dengan kecurangan (adegannya Formo mukul pake permen lolly).
Analisis saya?? Hemm, apakah ini memberikan tanda bahwa memang rakyat kita ini seakan menutup mata jika ada kesalahan jagoan mereka yang berlaku di jalanan. Asal jagoan kita bisa menang, maka pendukung akan terus bersorak-sorai. Tidak yakin dengan kenyataan ini? Silahkan dilihat di jalanan, ketika ada massa yang merusak dengan embel2 doktrin atau negara tertentu, ada tokoh masyarakat yang bersalah, ada tokoh pemuda yang ditahan karena memukul orang, ada calon bupati yang tidak lolos pemilihan … berapa orang yang akan nglurug ke polsek setempat? Berapa orang yang akan menyumpah-nyumpahi pemerintahan, menyumpahi sesamanya, membunuh saudaranya, dan berapa orang yang merugikan negara dengan merusak fasilitas umum seperti telepon umum dan lainnya? … Memang benar dengan selentingan sebuah iklan rokok … “Jalan pintas kok dianggap benar” …
Sifat dasar manusia Indonesia … maunya enak saja … termasuk saya sendiri, saya lebih suka keadaan tenang tentram damai, semua saling menghormati, saling menghargai, menyadari posisinya, kekurangannya, kelebihannya, dan perbedaan yang ada di lingkungan. Egois memang, anda boleh mengatakan saya begini karena saya tidak pernah merasakan hidup di bawah sekali, paling2 sedikit diatas yang bawah. Tapi apakah saya sampai membunuh orang karena saya berbeda? Apakah saya merusak milik mereka? Apakah saya memperkosa anak cucunya? Apakah saya membalas ketika saya tersinggung? Nope … yang saya lakukan hanyalah berdiam diri, fokuskan diri pada kehidupan yang nyata, dan terus menerus bertanya pada Dia … sebenarnya kenapa ada begitu banyak masalah ego di dunia ini …
Life is hard, life is unfair, that’s life … enjoy it …