Barisan pengadu …

Disclaimer : Tulisan saya sendiri, pendapat saya sendiri, silahkan membaca …

Setelah saya membaca berita di detik seperti ini, dan ini, dan ini … saya jadi geleng-geleng kepala dengan sikap oknum-oknum tersebut. Bukannya saya rasis, bukannya saya fanatik, tapi aneh saja melihat betapa sensitifnya mereka dengan hal-hal yang seperti ini. Yang terlebih-lebih adalah alasan mereka yang aneh untuk melaporkan orang. Seorang artis dituduh mendukung penerbitan Playboy Indonesia karena fotonya dipajang di situ. Salahkah bila seorang artis menerima kontrak untuk tampil dalam iklan, dan kemudian iklan itu ada di majalah Playboy?? Yang lebih ingin saya pertanyakan adalah … dari mana mereka tahu bahwa iklan itu terpampang di Playboy?? Humm tentu mereka membacanya yah?? Dan mereka membelinya ya? Bukankah itu bisa saya tuntut balik bahwa mereka mendukung penjualan Playboy??? Yah, kalaupun atas nama sesuatu mereka merampas majalah itu bisa lebih saya tuntut lagi untuk hal perampasan (hayooooo, kecil2 dosa tuh). Bahkan sampai mencatat dan mencari tahu siapa nama artis yang ada di dalamnya tentu mereka membutuhkan waktu lebih dari sedetik (asumsi saya kalau mereka mengetahui sesuatu yang XXX dalam sedetik tentu mereka seharusnya memalingkan mukanya dari gambar tersebut) untuk mengenalinya. Dzuuu hati-hati matanya tuh boss …

Saya hanya ingin memberi sedikit pemikiran, bahwa jangan salahkan orang lain kalau anda menjadi bernafsu. Kalau memang lemah dengan itu ya jangan dilihat, jangan didengar, dan jangan merusak ketentraman masyarakat bangsa ini dengan kekerasan, pertikaian, demo, fitnah, apalagi lapor-lapor polisi … Haduh bung, kapan Indonesia mau jadi menyenangkan kalau pake celana jeans dan kaos sedikit ketat di bus saja sudah dimarahi

*hadhuh…to be continued* …

Posted: July 29, 2006 Comments (1)