Instalasi MySQL Query Browser

Saya baru menuliskan review instalasi MySQL Query Browser versi 1.1.18 di http://alvonsius.wordpress.com. Kalau anda perhatikan di repository Ubuntu, versi MySQL Query Browser yang ada adalah versi 1.1.12, dan sepertinya beberapa fitur yang ada di 1.1.18 hilang, seperti kemampuan drag and drop untuk melakukan JOIN dengan beberapa tabel. Sewaktu saya menggunakan MySQL Query Browser di versi Hoary dulu fitur ini sudah ada dan entah kenapa di release Breezy sepertinya dipangkas (atau saya yang tidak mengetahuinya yah??). Well … silahkan berkunjung ke site saya yang di sebelah …

dl1.png
Posted: January 28, 2006 Comments (3)

My Personality Test

Okay, while everybody is racing on Project Management Certification, I’m doing some test on my Personality Evaluation at Brainbench. And here’s my result …

PART 1: PERSONALITY EVALUATION

Your Social Boldness: Introverted VS Extraverted
You are moderately introverted. You have a flexible personality. You are comfortable sitting back and letting others take the spotlight, yet you don’t mind if the direction of the conversation is focused on you. Your warm and friendly personality generates respect from others, so if you are put into a leadership role you can certainly handle it. In general, you may not volunteer to speak in front of a group, but if you are in the proper frame of mind, you feel at ease when making a presentation. When you believe in something, you tend to share your thoughts. People enjoy when you do this, because you have a cheerful way about you. At times, you can be adventuresome, but a night home relaxing is just as fun for you.

Your Agreeableness: Candid VS Considerate
You are moderately considerate. You are an agreeable person. This means that you are well liked and people really enjoy your company. And why wouldn’t they? People can sense that you are taking a genuine interest in them and this makes them feel special and as a result, they have high regards for you. With your altruistic personality, you get a lot of practice at making people feel special. In fact, you feel great joy when you help others. Another nice feature you possess is your ability to cooperate. Not everyone can do this, so it is very important in a meeting or social situation to have someone like you present in order to maintain a harmonious situation. This comes from your tendency to want equality and fairness. In dealing with others, you prefer not to manipulate people instead you tend to be open and sincere. This makes you a popular and well-respected individual.

Your Self-Control: Impulsive VS Cautious
You are moderately impulsive. At times you can be impulsive, but not to the point where you are jeopardizing work or relationships. You know when to follow rules, but you also know when to bend rules that are not set in stone. If your home or work space gets a little messy, you do not get upset or feel compelled to tidy up. You do not have to have perfect order in your life to feel good about yourself or your environment. You tend to be more on the fun side of spontaneity, and enjoy being flexible with your plans and your life. In general, you prefer to make short-term goals rather than long-term goals.

Your Anxiety Level: Excitable VS Relaxed
You are moderately excitable. In trying situations, you feel somewhat stressed and frustrated. At times you are able to overcome these feelings, but other times you feel overwhelmed. This could run the gamut of just being in a bad mood to experiencing anxiety, anger, or depression. In general, you prefer a stress-free existence, so that the possibility of negative emotions would not be a factor. You tend to be somewhat self-conscious in social situations, and are worried that people may judge or criticize you. You may react emotionally to people or circumstances that you find threatening, because you want to protect yourself. Every so often you cave into urges or cravings. Sometimes you feel a little guilty about it, other times you are just fine with your fun streak.

Your Openness to Change: Practical VS Imaginative
You are quite practical. You want just the facts - keep it plain and simple. You are practical, pragmatic and well grounded. You have no time for carelessness and impracticality. You prefer to keep your emotions to yourself, rather than exposing your feelings to the world. Life moves along much better for you when you can maintain a schedule and have routine in your life. Unexpected surprises and chaos are a major inconvenience to you. You tend to be conservative and are somewhat resistant to change. Others respect your ability to act properly in your everyday life.

The way you Think/Reason: Concrete VS Abstract
You are moderately concrete in your thinking. Your intellectual style is related to superior job performance when working with the public. One reason for this is that you often prefer dealing with people or things rather than ideas.

PART 2: OCCUPATIONAL PREFERENCE EVALUATION
You appear to be suited for a Social career. Social (S) people seem to satisfy their needs in teaching or helping situations. They are drawn more to seek close interpersonal relationships and are less apt to engage in intellectual of extensive physical activity. The S type generally likes to help, teach, and counsel people more than engage in mechanical or technical activity. The S type usually likes to be around other people, working in groups and sharing responsibilities. They are good communicators and are interested in how people get along, and like to help other people with their problems. They like nursing, or giving first aid and providing information. They generally avoid using machines, tools, or animals to achieve a goal. They see themselves as helpful, friendly, and trustworthy.

The adjectives most typically associated with the Social occupational category are:

convincing cooperative easy-going friendly
generous helpful honest idealistic
insightful kind outgoing patient
responsible social sympathetic tactful
trustworthy understanding warm

Humm … benar-benar tidak bisa dipercaya … bukankah saya ekstrovert???? Atau saya sudah mulai berubah??

Posted: January 27, 2006 Comments (5)

Saphir Square

Saya punya kebiasaan yang cukup menarik, sepertinya banyak juga yang mempraktekkan hal ini tapi nggak bilang-bilang. Kebiasaan itu adalah setiap kali saya berkunjung ke sebuah tempat keren dan baru pertama kali, saya selalu menyempatkan berkunjung ke toilet umum yang berada di tempat itu. Awalnya saya hanya ingin mencoba melihat bagus atau tidak toilet mereka, kemudian lama-lama jadi kebiasaan. Nah, tadi malam saya berkesempatan untuk berkunjung ke Saphir Square, sebuah pusat perbelanjaan baru di Jogjakarta dan seperti biasa saya mencoba toiletnya. Di dalam toilet barulah kepikiran untuk nge-blog dengan topik bahasan tentang toilet, kebetulan lagi saya sudah punya ponsel berkamera …

Posting ini adalah posting pertama di bawah kategori Toilet Review. Semoga akan banyak toilet yang bisa saya bahas di blog ini. Oh ya, saya hanya akan membahas toilet pria saja. Untuk yang wanita … ada yang berminat??

Toilet Saphir Square terletak di bagian selatan gedung (setidaknya itu yang saya masuki semalam), dan untuk melakukan aktivitas di sana anda harus membayar Rp 500 sekali buang. Luas toiletnya tidak terlalu besar, sekitar 3,5 x 3,5 meter persegi dengan warna dominan krem. Toilet ini dilengkapi tiga bilik buang air besar, tiga tempat pipis (saya belum tau namanya apa, akan segera saya cari), dan dua buah wastafel.

Tidak ada yang menarik dari interiornya, terutama kebersihan dan tata letaknya. Sebuah tong sampah yang cukup besar berdiri di pojok dekat wastafel. Mungkin akan lebih baik jika tong sampah yang disediakan sedikit imut dan tidak berkesan “asem ki, gedhe banget” … Wastafel dilengkapi dengan tabung sabun (hihihi, gak tau namanya jadi saya bikin saja nama sendiri), tapi tidak dilengkapi dengan pengering tangan atau kotak tissue. Bisa menjadi masukan bagi pihak manajemen untuk menyediakan dua fasilitas ini.

Interior dalam dari toilet cukup lengkap, setidaknya dua kubu pengguna toilet bisa terwakili di sini. Kubu yang saya maksud adalah kubu pengguna tissue toilet dan pengguna air bersih. Toilet menyediakan selang guyur (sekali lagi saya tidak mengetahui namanya, mungkin saudari Ajenx bisa membantu saya hehe) dan kotak tissue yang saat saya berkunjung masih kosong. Mungkin masih banyak pengunjung lokal sehingga pihak manajemen merasa belum perlu meletakkan tissue di situ. Saya dulu sewaktu pertama kali menggunakan tissue toilet merasa sangat tidak nyaman dan membuatku berpikir bahwa orang Barat sangat jorok. Tapi kemudian setelah berkali-kali terpaksa berada pada kondisi serupa dan melihat beberapa teman yang nyaman-nyaman saja dengan kondisi itu akhirnya saya terbiasa juga.

Mungkin untuk sekali ini cukup sekian review saya. Lain kali saya akan me-review toilet-toilet lainnya, dan semoga saja pada saat itu ilmu menulis dan ilmu ke-toilet-an saya sudah bertambah … Sampai nanti, dan salam toilet ….. *guyurrrrrr*

Posted: January 21, 2006 Comments (4)

Information :

Setelah lama dipikirkan, maka mulai kemarin blog saya tentang Ubuntu, Linux, dan lain sebagainya saya ubah dari http://kuduisolinux.blogspot.com menjadi http://alvonsius.wordpress.com

Semoga pada maklum, hehehe tergiur jhe ama fasilitas si wordpress hehehe ….

Posted: Comments (1)

The Myth

Before you read: Mulai posting ini, penggunaan kata “gue” atau “gw” mulai dihilangkan.

“Jika kita berjuang keras untuk hidup, apakah artinya jika kemudian kita menjadi budak dari takdir?”

Tadi malam saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Wahana Disc untuk mengembalikan film yang sudah sangat terlambat dari jadwal pengembaliannya. Karena terlambat, CS (customer service) di situ menawarkan untuk mengganti uang denda dengan penyewaan tiga film plus bonus satu film. Well, nothing to lose so saya setujui saja, lagian itu sudah biasa saya lakukan sebelumnya. Sekitar 20 menit saya berada di situ untuk memilih-milih film dan kemudian menyewa tiga buah film yang sama sekali saya nggak tau kaya bagaimana dan untuk bonusnya saya suruh saja CS itu untuk memilihkan buat saya, dan dia menyarankan “The Myth”. Okay, Rp 7500 saya bayar dan kemudian saya pulang ke kost.

Sampai di kost, entah karena tertarik oleh sebuah nama … Kim Hee Soon … akhirnya saya memutuskan untuk mulai menonton dari The Myth. Kesan pertama yang kulihat adalah betapa cantiknya Kim Hee Soon. Kesan berikutnya dari film ini adalah sama seperti kesan saya terhadap sebagian besar film mandarin yaitu lebih memusatkan pada aksi yang wah dan wow namun sedikit (atau banyak) mengabaikan konsep realitinya, sehingga beberapa adegan terlihat dibuat-buat dan tidak enak untuk dilihat. Well, kesampingkan dulu kesan itu, ada hal lain yang membuat saya tertarik dengan film ini, yaitu bagaimana saya melihat melalui film ini posisi wanita pada masa kerajaan jaman dulu. Sering kita mendengar cerita sejarah yang menceritakan bagaimana seorang putri kerajaan tetangga diberikan (saya menggunakan kata “diberikan” karena sebenarnya posisinya nggak jelas, apakah akan dinikahkan atau dijadikan selir atau bahkan hanya dijadikan pemuas nafsu lalu dibunuh) kepada raja kerajaan sebelah guna menciptakan keadaan damai bagi dua belah pihak. Well, selama ini yang kupikirkan hanya sebatas “Oh ya? Dan akhirnya mereka menikah, hidup bahagia sampai selama-lamanya …”. I never think about the fact that maybe that girl already have a lover, neither I think that she already have a life to live, or maybe that deep inside her heart and behind those fake smile, she thinked that she is only a tool to her country, and many other …

Kalau boleh dibilang, mitos kedudukan wanita sejak jaman dulu kala memang agak rumit. Di sebuah sisi, seorang wanita begitu lemahnya dan tidak memiliki daya tawar yang kuat dengan pria sehingga membuat pria bersikap seenaknya, namun di sisi yang lain wanita dapat memberikan pengaruh yang luar biasa bagi seorang pria sehingga membuat pria bertekuk lutut dan mau melakukan apa saja demi wanita. Sisi yang pertamalah yang kemudian menjadi pemicu keberadaan wanita sebagai “alat” untuk menciptakan perdamaian antara dua kerajaan yang berselisih. Kemudian sisi yang kedualah yang kemudian akan menentukan bagaimana perdamaian itu akan bertahan. Dimana hubungannya?? Teruskan saja membaca …

Menjadi seorang selir atau ratu atau apapun lah istilahnya bisa menjadi surga bagi seorang wanita di jaman itu namun juga bisa menjadi neraka bagi mereka. Wanita mana yang tidak tersiksa ketika dia harus meninggalkan dunia nyata yang dimilikinya dan sepenuhnya takluk pada perintah raja. Baik itu wanita dari kalangan rakyat jelata maupun wanita dari kalangan istana. Kemudian ketika mereka masuk istana, dibalik segala kesedihan itu, mereka harus memainkan peran untuk menarik perhatian raja dan berusaha menjadi kesayangan raja agar mereka bisa sedikit banyak mempengaruhi pandangan raja terhadap negeri atau kaum mereka dan perdamaian bisa berjalan dengan baik. Tidak mudah untuk survive dan memainkan peran yang luar biasa dalam kondisi ini. Di sinilah letak hubungan yang saya sebutkan di atas. Kelemahan pria terhadap pesona wanita akan memainkan peran besar dalam hubungan politik sesudahnya. Selir yang gagal menguasai peran tersebut akan membawa kehancuran bagi dirinya sendiri dan rakyatnya. Saya tiba-tiba menjadi kagum dengan perempuan-perempuan itu yang bisa memainkan peran luar biasa ini. Kalimat di atas adalah ungkapan hati dari seorang putri yang dijadikan selir. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa kebebasan mereka hanyalah bersifat sementara. Mereka sadar sepenuhnya bahwa akan datang waktunya ketika mereka harus masuk istana dan menjadi budak dari takdir mereka sebagai seorang putri. Yang bisa mereka lakukan adalah berjuang keras untuk hidup dan menanti takdir menentukan arah hidup mereka.

Beruntunglah sekarang hal kaya beginian sudah mulai jarang ditemukan. Kalaupun ada mungkin hanya beberapa saja, dan misi yang diemban tidaklah sebesar yang ada dulu. Paling-paling misi yang diemban adalah soal bisnis, harta dan lain sebagainya yang bersifat sangat individu sekali. Itupun banyak yang kemudian cerai atau membunuh suaminya. Tetapi apapun itu, The myth about women’s position never change …

Posted: January 20, 2006 Comments (6)

96 dpi Font Resolution

Hari ini secara nggak sengaja aku menemukan thread menarik di ubuntuforums tentang ukuran font di Kubuntu. Selama ini memang sepertinya ukuran font di KDE gw lebih besar dari yang ada di monitor-monitor biasanya, dan kupikir mungkin itu masalah pada driver i915 yang gak beres … ternyata masalahnya ada di resolusi font yang tersedia.

Menurut thread itu, kita bisa melakukan pengecekan dpi dari font kita dengan perintah xdpyinfo, dan tepat menurut dugaanku, hasil yang ditunjukkan bukan 96x96 dpi, tetapi 77x72 dpi.

Banyak masukan yang datang ke thread tersebut, dan setelah membaca sana dan sini, akhirnya gw mencoba satu cara yang paling aman, yaitu mengisikan entry berikut ke section “Monitor” dari /etc/X11/xorg.conf

DisplaySize 270 203

Penjelasan: Ukuran 260 dan 203 sepertinya merupakan ukuran monitor yang kita pakai disesuaikan dengan resolusi layar kita. Nilai itu didapat dari link ini. Di sana terdapat empat jenis setting resolusi, dan karena gw make resolusi 1024x768 maka pilihan gw adalah 270 x 203. Okay, memang tidak jelas tapi setidaknya gw mencoba menjelaskan … hehehe …

Okay, setelah reboot … semua tampak menjadi lebih cantik dengan font yang lebih tajam. Mungkin font terlihat lebih besar, tapi setelah dikecilkan semuanya tampak menjadi lebih cantik.

Posted: January 18, 2006 Comments (2)

kdesvn oh kdesvn …

Oh well … hari ini mau mencoba instalasi KDESVN dari kde-apps, dan gagal hanya pada baris :

checking for Subversion headers… not found
configure: error: Subversion headers are required. Try –with-svn-include

tanya ke toni:

Aaahh … seharusnya gw baca manual dulu sebelum nanya-nanya … Well, here you go … kdesvn 0.7.2

Posted: January 16, 2006 Comments (1)

How much Geek do I ???

How much of a computer geek are you?

Desktop divinity

You do, in fact, know everything there is to know about computers. The odd thing is, you don’t flaunt it, you help out the newbs from time to time and people quietly are in awe. You like to amuse yourself by watching people debate issues in forums and newsgroups that seem horribly simple to you. You’re such a geek that you’re cool… weird

Personality Test Results

Click Here to Take This Quiz
Brought to you by YouThink.com quizzes and personality tests.
Posted: January 13, 2006 Comments (2)

My New E398

Halo halo semuanyaaaaa …..

Wihihi, dah lama nggak ngeblog ampe-ampe nggak tau mau nulis apa lagi di blog gw ini. Well, sebelumnya Selamat Natal 2005 (yeah … tau tau, gw telat banget) dan Selamat Tahun Baru 2006 serta Selamat Idul Adha … nah lo, combo tuh selamatnya …

Okay, berita terbaru adalah gw akhirnya mendapatkan handphone baru menggantikan C45 gw yang dah busuk banget. Pilihan gw jatuh ke Motorola E938, karena fiturnya yang keren dan harganya yang terjangkau. Well … here are a few comments about this cellphone, terutama koneksinya dengan Linux gw.

Pertama adalah masalah transfer data. E398 sudah menyediakan kabel data untuk koneksi dengan port USB ke PC. Hemm, pertama gw coba colokin … tadaaaa device dikenali oleh Kubuntu tercinta. Sewaktu memindahkan mp3 cepat sekaliiiiiiii!!!! Tapi jangan tertipu … sebenarnya koneksi yang di-support oleh USB-nya hanyalah USB 1.0. So, meskipun pada Konqueror sudah terlihat bahwa di TransFlash ada file-file itu jangan sekali-kali melepas colokan USB!!! Sebenarnya ketika itu file sedang dipindah dan proses belum selesai. Usahakan selalu melakukan Safe Remove USB Device sebelum melepas colokan dan tunggu sampai proses removal selesai. Lama sih memang, ya karena USB1.0 tadi itu.

Kedua, gw mencoba untuk menggunakan KMobileTools untuk membaca isi dari E398 ini. Awalnya susah sekali memakainya, tetapi akhirnya gw berhasil mendapatkan caranya. Here are some …

  1. Pastikan jenis koneksi dari E398 adalah Data/Fax
  2. Secara default, linux akan membuat sebuah device baru dengan nama /dev/ttyACM0 ketika USB dicolokkan. Nah setelah diidentifikasi oleh suhu Toni, ternyata device baru ini tidak valid, so berdasarkan site ini(dan site ini juga yang menjadi referensi gw selanjutnya), device baru itu musti kita bikin dengan perintah :
    mknod /dev/ttyACM0 c 166 0
  3. Settingan untuk KMobileTools:
    Device: /dev/ttyACM0
    Init String: AT S7=45 S0=0 V1 X4 &c1 E0
    Phone : Motorola (C350, C650)
    Dialing options: CKPD dial System

Ketiga, gw mencoba untuk menggunakan Moto4Lin untuk berhubungan ke memori internal E398. Nah ini agak ribet dan susah, untuk caranya dapat dilihat di UbuntuForums. Namun ada beberapa hal yang musti diperhatikan kalau ada yang tidak beres :

  1. Pastikan tipe koneksi USB di E398 adalah Data/Fax
  2. Pastikan anda sudah membuat device /dev/ttyACM0 (lihat di atas)
  3. Pastikan anda sudah mengikuti cara-cara di link di atas (termasuk yang bagian execute as root dan as normal user). Sebenernya langkah itu adalah untuk melihat nomor AT dan nomor P2K E398. Nah untuk yang malas, untuk angka-angka penting tersebut, dapat dilihat di bawah ini:
    AT = 22b8:4902
    P2K = 22b8:4901

Sedikit tips dari gw soal transfer MP3. Karena default memori yang disertakan hanyalah 64MB, maka sebaiknya kualitas bitrate MP3 yang di-upload ke E398 sedikit diturunkan menjadi 96Kbps (rata-rata ukuran file akan menjadi 2Mb, so dapat menampung rata-rata 30 lagu). Tools yang gw anjurkan adalah Soundconverter (gnome-based) atau SoundKonverter (KDE-based). Jangan lupa dependensi lho ya …

Okay, demikian komentar dan tip gw untuk E398. Sekarang gw sedang berusaha untuk berhubungan ke Internet dengan menggunakan E398 sebagai modem.

Drink more coffee …

Posted: January 11, 2006 Comments (4)