Pindahan (lagi)

Yak, sepertinya sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Bukan kenapa-kenapa, bukan juga karena ndak ada bahan yang ditulis (sebenarnya banyak sekali bahan yang mau ditulis), hanya saja kesibukan sering menghadang, dan keinginan untuk menulis blog sebagai “diary” kok jadi melemah …

Nah, sekarang begitu nulis datang kabar baru … blog ini akan saya pindahkan!!!

Yak, tepat sekali. Terhitung mulai kamu selesai membaca blog ini, silahkan merujuk ke http://blog.alvonsi.us untuk membaca tulisan-tulisan saya. Tidak ada alasan khusus sih kenapa saya memindahkan blog ini ke sana. Hanya saja saya berpikir sudah saatnya saya memiliki domain name sendiri, hosting sendiri, dan mengelola tulisan saya sendiri (plus beberapa barang-barang bonus kekeke). Dan sepertinya nama saya cocok sekali dengan domain .us ituh hehehe …

Blog tersebut akan saya gabungkan dengan blog saya yang lain, sehingga nanti tulisan yang saya buat (semoga saja bisa lancar) akan bervariasi menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hehe, itung-itung meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa ‘londo’ kekeke …

Ok deh, cukup membacanya, untuk selanjutnya mari mari … silahkan berkunjung ke blog saya yang baru hehehe …

Posted: October 16, 2008 Comments (0)

Jogjakarta Ubuntu Release Party


As the picture is clearly explained, there will be Jogjakarta Ubuntu Release Party going on May 17th. This time we are targeting to attract more people in using Linux. And as you may read on my previous posts, our concern is the normal user, people who would use Linux just for office matter, or home usage, or anything that have nothing to do with technical stuff.

Well, so please be there and let the wings of penguin spreaded all over Jogjakarta.

Oh, one more thing … you may contact me for further information … just leave a comment here … Humm, and I really dreaming of Sandra Dewi attending this talkshow … *anyone know how to invite her??*

Posted: May 9, 2008 Comments (7)

Friends Forever

Written on a solid rock …

Abeth, Susan, Lea, Dasus
thanks yaaaa, karaokenya menyenangkan … jalan-jalan di alkidnya juga menyenangkan … ternyata keampuhan saya untuk berjalan merem melewati pohon beringin itu belum pudar kekekeke
Bianda
Hhh, dirimu dingin sekali sih hari-hari terakhir. Cape ya non hehehe … Thanks untuk beberapa menit di sekput, jarang soalnya bisa ngobrol bebas dengan dirimu kaya kemarin hehehe
Betokz n Wuri
Thanks dude untuk advice dan semangatnya. Ilmu-ilmu dari kalian akan saya renungkan dan mungkin akan saya terapkan kekekeke. Kalian memang penasihat yang baik sekali hehe
Didiet, Ima, Yanti
Astaga, lama sekali kita tidak bertemu … nice to see you girls!!! Kapan-kapan ke Jogja lagi kasi kabar yaaaa
Anin
Selamat menempuh hidup baru ya mbak. Omong-omong, dirimu kemarin itu ingat gak ya dengan diriku?? Kayanya lupa ya hehehe
Wuyunk dan Ingot
Kekekeke, kocak banget. Gak mengira bertemu dengan kalian ketika Gajayana transit yah. Semangat ya Yunk di kantor baru (eh jadi teller bukan ya? kekekeke) …

Kamis sampai Minggu ini memang hari yang menyenangkan sekali!!! Bertemu dengan orang-orang yang dahulu bersama-sama waktu kuliah, bahkan yang terakhir itu nggak terkira kok bisa ketemu kekekeke … Dimanapun kalian berada, sukses yah … God Bless You All!!!!! This song is for you all …

And so we talked all night about the rest of our lives
Where we’re gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won’t be coming back
No more hanging out cause we’re on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don’t have another day
Cause we’re moving on and we can’t slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of the night in June
I Didn’t know much of love, but it came too soon
And There was me and you, and then it got real blue
Stay at home talkin’ on the telephone and
We would get so excited, we’d get so scared
Laughing at our selves thinking life’s not fair
And this is how it feels

As we go on, we remember
All the times we had together
And as our lives change, from whatever
We will still be, friends forever

So if we get the big jobs and we make the big money
When we look back now, will that joke still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won’t interfere with her tan?
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
And this is how it feels

Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there? Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it’s like we’re women and men
Will the past be a shadow that will follow us round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, I keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly

- Graduation Song - Vitamin C -

Posted: May 4, 2008 Comments (1)

Diam!!!

Sang Tokoh terbaring di peristirahatannya, ketika bayangan sosok-sosok sempurna berputar-putar di dalam pikirannya. Sosok-sosok yang mampu merangkai kata-kata indah, meramu ilmu-ilmu yang dimiliki, menjadi sesuatu yang mampu membuat orang-orang terperangah, sesuatu yang mampu menggali decak kagum yang terkubur di dasar lidah setiap orang, membakar semangat, sekaligus membawa canda …

“Sungguh sosok-sosok yang sempurna!”, demikian pikir sang Tokoh. Sedikit demi sedikit bayangan itu membentuk tabir iri, menggugah perasaan ingin membenci dunia karena tidak mengijinkan dirinya sejengkal saja menyerupai mereka. “Dahulu, ya dahulu aku juga seperti mereka, atau setidaknya akan menjadi seperti mereka”, pikirnya. Teringat masa-masa ketika sang Tokoh merasa menjadi salah satu kandidat sosok sempurna, dan tiap-tiap orang mengatakan betapa berbakatnya dirinya. “Tetapi kenapa sekarang aku tidak seperti itu? Aku dikeluarkan dari gerombolan kesempurnaan!!!”. Semakin rasa iri itu bertumbuh menjadi tunas kebencian akan dunia yang dengan kejam mengeliminasinya …

Namun sebuah sentilan dari suara halus mengatakan, “Kau terlena dengan kenyamananmu, cobalah lari dari kenyamanan!”. Dipandangnya masa-masa yang telah dilewati, dan memang benar, begitu banyak masa dibuang percuma atas nama kenyamanan. Sang Tokoh hendak mulai bangkit, hendak mulai menata ulang pikirannya ketika dilihatnya suara halus itu bergerak menjauhi dirinya dan menuju kerumunan sosok sempurna. Sungguh ironi ketika sang Tokoh membutuhkan sesosok teman, yang diharapkannya akan membantu, ternyata tidak semudah itu mendapatkannya. Sang suara ternyata lebih memilih menemani salah satu dari sosok sempurna …

“Apa maumu, wahai suara? Kenapa engkau menghiburku dan kemudian menjatuhkanku?”, demikian pikirnya. “Memang semua orang lebih menyukai sosok-sosok sempurna”, “Tapi aku ingin menjadi salah satu sosok sempurna”, “Atau haruskah aku menjadi seorang tokoh kontra-sempurna, yang ingin menunjukkan bahwa sosok-sosok itu tidaklah sesempurna adanya?”, “Apa gunanya untukku menjadi sosok sempurna?”, “Apa gunanya untukku menjadi sosok kontra-sempurna?”, “Apa gunanya hidup ini????”, pikiran-pikiran saling berperang dalam otak Sang Tokoh. Sang Tokoh berpikir untuk kembali menumbuhkan tunas kebencian, ketika hati akhirnya menegurnya, “Itu hanya masalah pilihan. Mana yang kau pilih, itulah yang akan membuat dirimu bertumbuh. Dunia tidak bersalah, sang suara juga tidak bersalah, dirimulah yang harus dipertanyakan” …

“BAIK!!! JADI SEKARANG AKU YANG HARUS DISALAHKAN????”, teriak Sang Tokoh pada hati. “Ya”, dan jawaban itu cukup untuk membuat sang tokoh terdiam. Sungguh bukan jawaban yang diharapkan, ketika sang Tokoh mengharapkan kalimat-kalimat panjang penenang, penuh ungkapan-ungkapan pemanis, hati justru memberinya jawaban yang pahit.

Dan kini, sang Tokoh berdiri limbung dengan satu mata terpejam … melihat kenyataan dan menakar kenyataan … menumbuhkan rasa dan mematikan rasa … dan biarlah sang Tokoh diam sejenak, menentukan pilihannya …

Posted: April 19, 2008 Comments (4)

Berdoa kok untuk kehancuran

Rencananya saya sudah mau tidur, ketika iseng-iseng membuka detik dan kaget aja ketika membaca kabar ini.

Ya, memang saya tidak mengerti mengenai ajarannya, saya juga tidak begitu mengerti mengenai latar belakang masalah di partai tersebut, jadi maafkan jika ketidak mengertian dan kekagetan saya ini salah … Saya cuman kaget ketika karena sebuah masalah politik dan kedudukan, dan mungkin saja masalah harga diri (seperti yang belakangan juga digembar-gemborkan oleh seorang artis yang dicekal di Tangerang), kemudian kita bisa mendoakan agar seseorang lain (baca: musuh) dihancurkan, dan bahkan sekalian dengan combo-pamungkas “agar orang-orang yang memusuhi dilenyapkan”. Dilenyapkan seperti apa? Mati gitu? Atau yah kalau saya mau berpikir positif, ini “dilenyapkan” dalam artian “menjadi berbaikan dan tidak bermusuhan lagi” … Nah, tapi kalau memang pengertian “dilenyapkan” dan “dihancurkan” adalah yang pertama, ini kok jadi seperti praktik dukun santet sajah. Nggak suka, lalu langsung dihancurkan. Nah, apalagi kalau baca di dalam berita itu yang-didoakan-supaya-hancur baru dituding berhubungan dengan kasus ini. Well, bisa saya katakan bahwa ada yang mencoba menghakimi seseorang di depan Sang Pencipta??

Saya mencoba berdiri di posisi netral, dimana kalau nanti ada bantahan bahwa “hey, saya tahu dengan benar bahwa salah satu sisi adalah yang pihak benar dan menjadi korban, jadi wajar kalau dong kalau mendoakan sisi lain untuk hancur”, maka saya cukup waras untuk berkata bahwa saya tidak perduli dengan itu. Yang mengetahui kebenaran sebenarnya hanyalah aktor-aktor dari kejadian plus Sang Pencipta yang memandang dari balik tingkap langit. Anda dan saya hanyalah pendengar berita, pembaca situasi, dan pengambil kesimpulan dari apa yang terjadi pada mereka (mereka di sini berbeda dengan “mereka” versi Roy Suryo lho ya). So, cukuplah berdoa meminta agar sisi yang merasa (atau memberikan efek rasa) benar diberikan kebesaran hati dari Sang Pencipta, tidak perlu sampai mendoakan sisi lain yang dirasa (atau diberikan efek rasa) salah supaya hancur. Urusan balas membalas biar saja Sang Pencipta yang akan membalasnya di waktu-Nya … For the mean time, sabar ya sabar …

Jadi teringat dengan film “Get Married”, ada petikan dialog yang kira-kira seperti ini (adegan ketika Rendy menanyakan kenapa anak-anak kompleksnya mau bantuin balas dendam sama anak kampung Mae) … “gue gak perduli siapa yang salah, yang gue tahu loe temen gue, jadi gue dukung loe” … heleh heleh, sebegini parahkah cara pandang bangsa kita? Mengingat begitu banyak massa yang kemudian mengamini doa tersebut … weleh weleh …

Udah ah, malah nulis panjang lebar … sebagai penutup, berikut ada doa minta jodoh yang sedikit banyak menyerupai doa meminta kehancuran orang lain (sumber: banyak sekali di internet)

Doa Minta Jodoh

Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, jodohkanlah…

Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah juga…

Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh…

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
selain aku…

Kalau dia tidak bisa di jodohkan
denganku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku…

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali…

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku….

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang
lain dulu dan
kemudian jodohkan kembali dia dengan ku .. ………

Posted: April 1, 2008 Comments (6)

Kursi Baru!!!

Kursi baru

Kursi baru, ada sandaran, roda, dan bisa diputer-puter … seharga Rp 102.900 + PPN 10% … segera dapatkan di seluruh cabang Makro di pulau Jawa …

kekekeke … malah iklan … ^^

Posted: March 29, 2008 Comments (3)

Megang MacBook Air!!

Di kantor beberapa hari lalu Momon dan Tika berbicara soal MacBook Air, soal ada yang ketangkap di bandara lah gara-gara si tukang bandara gak ngeh itu MacBook Air, yang soal kalo bawa satu paket dengan DVD externalnya yang bakal jadi berat lah, yang soal keren banget lah, tipis banget lah … cem macem pokoke yang cihuy-cihuy … Kebawa deh jadi pengen lihat kaya apa sih bentuk sebenarnya. Beneran kaya bawa map folio gak sih …

Dan akhirnya saya hari ini bisa memegang benda yang bikin penasaran tersebut. Gambar diambil di stand eStore waktu pameran komputer di Jogja Expo Center …

DSC02051

Kesan saya?? Anjirrrrrrr … saya mau barang iniiiihhhhh!!!!! Tapi harganya gak nguatin jhe, 19 juta untuk satu unitnya. Gile bener dah … Terpaksa ditaruh di daftar “mimpi yang belum terwujud” dulu deh, bersama dengan Suzuki Swift GT sayah … ^^

Posted: March 14, 2008 Comments (6)

See You Soon

berlalulah matahari
berlalulah bulan
terima kasih bagi setiap kehadiran
kehadiran murni

karena udara belum terkena dosa
dan dosa belum terancam dosa

inilah terima kasih
di luar segala naluri
dan diluar putus asa
bagi matahari yang melontarkan mataharinya
bagi bulan yang melontarkan bulannya

inilah kata-kata paling sederhana
bagi manusia karena ia manusia
bagi kemerdekaan karena aku manusia

- taken from Terima Kasih by Isma Sawitri -

Buat yang udah memberikan puisi ini untuk saya, terima kasih buat segala keceriaan, kemarahan, kelucuan, kesedihan, dan ke-ke yang lainnya. Wishing you the best for your future. Ingatlah selalu bahwa Tuhan akan menyertai langkahmu dimanapun engkau berada.

See you soon di tempatmu berada nanti … dan jika waktunya itu ada … hehehe isi sendiri yah ^^

Posted: March 7, 2008 Comments (2)

Kebodohan di malam minggu

Di depan Grha Sabha UGM, hari Sabtu (1 Maret 2008) pukul 19.0 WIB, di bawah pohon …

Me : [men-dial nomor bagonX] … tuuut … tuuut …
Bagonx : Halo, piye piye …
Me : Eh, nikahan mbak-mu itu hari ini atau minggu depan yah??
Bagonx : Minggu ngarep (depan - red), tanggal 8, lha piye jhe?
Me : Woo, kirain hari ini …
Bagonx : Hah, lha kowe wis dandan po kie?
Me : Hehe … iya, ini lagi di depan grha sabha. Pantesan kok sepi banget gedungnya …
Bagonx : [tertawa terbahak-bahak] Lha piye to, minggu ngarep kuwi ..
Me : [tertawa juga] Wakakakaakakak, yowis lah yowis … tiwas wis dandan … yoh, tengkyu yo bos …
Bagonx : Wokee ….

Glek … bodohnya diriku ini … udah dandan ala pak Lurah, pake batik dan sepatu resmi, ujan-ujanan pula dateng ke graha sabha. Harus lebih banyak minum Cerebrovit nih kayanya saya …

Disclaimer : dialog di atas mungkin tidak seperti keadaan sebenarnya, tetapi inti yang dibawakan tetap sama.

Posted: March 2, 2008 Comments (4)

Pertamanya Transjogja

Yup, akhirnya setelah tertunda cukup lama, bis Transjogja mulai hari ini (18 Februari 2008) mulai beroperasi. Dan untuk satu atau dua minggu ini harga yang dibebankan kepada penumpang untuk Single Trip masih Rp 1.000,00. So, saya tentu tidak akan melewatkan kesempatan ini. Berencana semenjak tadi malam untuk standby jam 6.00 pagi di shelter dekat kos saya, akhirnya harus saya batalkan karena saya terlambat bangun. Hehe, saya bangun jam 8 pagi, dan itu sudah sangat terlambat untuk pergi ke kantor kwkwkwkwk.

So, akhirnya siang tadi setelah saya mengantarkan teman saya mengambil toga di tukang jahit, saya sengaja memarkir motor di kos dan memilih untuk kembali ke kantor dengan menggunakan Tranjogja. Pukul 13.50 saya sudah menunggu dengan manis di shelter depan Calista, dan menunggu bus dengan jalur 3A. Bus datang pukul 14.10 … cukup lama menunggunya, kata si mas-mas yang jaga sih soalnya pada jam 13.00 tadi terjadi penumpukan cukup banyak di jalur itu. Well, sepertinya para supirnya masih agak canggung dengan jadwal-jadwal yang ada.

Well, sudah tentu kalau saya berangkat pake T-djo (TransDjogdja), maka pulangnya juga saya harus pakai T-djo. So,sekitar pukul enam sore saya menunggu T-djo jalur 3B di shelter Kopma UGM. Eh, di sana malah ketemu ama Cheche dan temannya, yah lumayan ada temen jalan buat pulang. Gak lama kemudian itu bis dateng, dan untung pas lagi sepi, akhirnya pada foto-foto di atas bis tersebut. Lumayan …

Rencana awal saya mau turun di shelter Kentungan, namun karena saya jadi mikir-mikir kalo harus jalan sekitar sekilo lebih kalo mau ke kos, maka mending saya teruskan perjalanan ke terminal Condong Catur dan kembali dengan bus jalur 3A dan turun kembali di depan Calista. Lha kok pas lagi ngobrol dengan mas-mas kondekturnya dia menyebutkan kalau jalur 3A juga lewat Bandara, yang mana bis 3B yang saya naiki juga mengarah ke sana. Well, seribu rupiah dan saya bisa ke bandara, kapan lagi coba. So, perjalanan saya teruskan ke bandara sambil lihat suasana kiri kanan yang hujan lueeeebaaaatttt banget. Nah, kalo sepi begini kerasa nyamannya naik T-Djo, adem dan kering …

Sampai di bandara, saya putuskan untuk turun saja dan kembali ke jalan yang benar dengan jalur 3A. Setelah menunggu selama 20 menit (yang mana T-Djo2 yang lewat semuanya jalur 1A dan 3B), akhirnya 3A lewat juga. Langsung naik dan duduk manis di pojokan. Setengah jam kemudian, saya sudah sampai di shelter Calista dan berjalan kaki ke kos …. yang mati lampu … aaaa, tau gini mending saya teruskan saja sampai Malioboro wkwkwkwk … secara cuman seribu perak :p

Nah, ada beberapa hal yang perlu saya kritisi nih dari peluncuran perdana T-Djo.

Dari shelternya, cukup nyaman kecuali tidak ada larangan merokok di situ. Yah pikir saya sih kalau masyarakat jogja masih susah untuk dikasi larangan merokok di tempat umum, setidaknya di dalam budaya itu bisa dimulai dari shelter tersebut. Kemudian pintu masuknya yang cukup sempit. Saya gak kebayang yang berbadan cukup berisi melewati gate itu bisa rubuh dah. Trus petugas yang sering mondar-mandir juga agak membingungkan calon penumpang. Ada yang di dalam gate, ada yang menghalangi pintu masuk, ada pula yang sudah siap-siap pulang sebelum penggantinya datang. Trus antisipasi mati lampu kurang sekali. Akibatnya? Well, gate sih memang masih tahan sampai 4 jam, tetapi tanpa listrik pintu keluar penumpang tidak bisa dibuka pakdhe. Tadi saya lihat masih ada yang dipaksa buka pakai tangan. Gimana mau bertahan lama itu pintu kalau kaya gitu caranya. Semoga disediakan mekanisme khusus untuk tiap shelter, minimal yang bisa membuka pintu dan menguncinya supaya tidak ditutup kembali ketika terjadi mati lampu. Hehe, towel-towel tim R/Dev-nya T-Djo wkwkwkwk yu-know-hu ^^

Kemudian dari armadanya. Interior nyaman, cukup nyaman untuk travelling murah meriah. AC dingin, enak juga. Tapi kok dari tiga bis yang saya naiki, hanya satu yang benar-benar beres. Yang dua lainnya masing-masing rusak wiper-nya dan pintunya tidak bisa menutup. Kalau bisnya sudah lama sih gak papa, ini masih baru jalan sehari jhe. Masa udah ada kerusakan? Kemudian untuk penunjuk halte, kesian juga sih waktu mendengar si mas kondektur bilang kalau dia sudah 24 shelter x 7 putaran berteriak “Kita akan berhenti di halte blah blah blah, harap membawa barang bawaan anda dan jangan sampai ada yang tertinggal blah blah”. Ya dari pembicaraan selanjutnya sih si mas kondektur bilang memang masih bertahap, sementara masih teriak-teriak dulu … nanti kalo ada profit bisa dikembangkan lebih bagus lagi … hehe, iya bos, tapi kalo nantinya setahun, bisa ilang juga tuh suara kekekek …


Overall, enak juga naik T-Djo. Semoga di besok-besok makin banyak shelter dibangun dan bisa menggantikan kinerja bus kota yang semrawut itu. Wahai warga Jogja, ayo naik T-Djo …

Posted: February 18, 2008 Comments (4)